Senin, April 22, 2019
Beranda blog

Film “Sexy Killer” Gak Ngaruh, Siang Bolong Lampu Suramadu Nyala

BANGKALAN – Gaess, menurut kalian film “Sexy Killer” itu ada gunanya nggak seh??

Bagi mereka yang masih punya hati nurani, film itu paling sedikit ngaruh untuk mulai mengurangi penggunaan listrik kan? Iya. Nah, kalo ternyata penggunaan listrik tetap boros, sepertinya film itu gak ngaruh blass.

Gak ngaruhnya film “Sexy Killer” itu terlihat di Jembatan Suramadu. Siang bolong Senin 22 April 2019,  sekitar jam 13.30-an lampu di jalur sepeda motor dari Surabaya ke Madura nyala. Kayak matahari kurang terang aja.

Apakah Jembatan Suramadu sedang memperingati Hari Bumi 22 April?? Ya nggak lah dodoool. Hari Bumi juga mestinya diperingati dengan cara menghemat listrik. Seperti yang mau disampein film “Sexy Killer” itu.

Lampu Jembatan Suramadu
Foto diambil jam 13.30 Senin 22 April 2019 tepat di Hari Bumi, cuaca emang agak mendung tapi apa lampu mesti dinyalain? (Foto taberita.com)

Terus demi apa lampu di Jembatan Suramadu nyala di siang bolong?? Ya itu lah pertanyaannya. Berhubung jembatan terpanjang se Indonesia itu gratis, sekarang jadi kayak anak telantar gitu gaess. Mau tanya ke siapa tentang lampu jembatan yang nyala di siang bolong itu?? Gak jelas juga.

Akhirnya berita ini cuma banyak tanda tanya doang. Taberitacom hanya bisa berharap, semoga ada orang di luar sana yang berwenang ngurusin Jembatan Suramadu sadar tentang pemborosan listrik yang dilakukan. Sehingga mulai menggunakan listrik pada waktu yang tepat.

Jangan sampai nanti saking hematnya, apalagi Jembatan Suramadu gratis..terus gelap terus siang malem. Lampunya dimatiin terus untuk hemat listrik. Yah nggak geto juga kaleee. (dee)

Berita Pemilu Viral Bangkalan Sampang Pamekasan dan Sumenep

SAMPANG – Selalu ada yang seru di proses pemilu. Bawa lari kotak suara lah, rebutan surat mandat saksi lah, surat suara tercoblos lah, setiap kubu mengklaim sama-sama menang lah. Itulah berita – berita pemilu yang sedang bejibun di tivi, media sosial dan layar hape.

Oke kita mulai dari Bangkalan sampe Sumenep terjadi apa aja dari kemaren pas pemilu sampe hari ini. Kali aja yang seru dan bisa diingat seumur hidup. Trus ntar kalo udah tua cerita ke anak cucu kalian.

Di Bangkalan pemilu aman. Gak ada kejadian berarti. Warga Bangkalan mungkin sudah sadar, ribut juga gak bakal dapet apa-apa dari para calon. Palingan benjut dan luka-luka doang dapetnya.

Di Sampang terjadi insiden bawa lari kotak suara.. wakakakakak. Infonya sih karena caleg yang jadi favoritnya kalah suara. Kenapa kotaknya yag dibawa kabur ya?? Bukan calegnya aja yang dibawa kabur, terus suruh nyaleg lagi 5 tahun yang akan datang. Beres kan…

Masih di Sampang, ada kericuhan juga gara-gara rebutan mandat saksi. Kirain rebutan apaan. Cuma rebutan jadi saksi partai sampe ribut. Kalo ada kerja bakti kalian pura-pura tidur.

Di Pamekasan cukup aman. Yang gak aman malah di facebook. Ada yang moto dan nyebarin kecurangan lewat akun facebook. Dikiranya facebook itu panitia pengawas pemilu kali yak ??

Di Sumenep Viral Berita Pemilu Damai dan Tasyakuran

Yang enak itu di Sumenep. Ada sih ribut dugaan surat suara tercoblos di Masalembu, terus warga minta coblos ulang. Tapi itu keributan yang gak mengenyangkan. Mending ikut Kader Pergerakan Gus Dur tasyakuran Pemilu Damai.

Namanya tasyakuran pasti ribut. Tapi ribut soal menu makanan dan minuman apa yang pas buat acara itu. Setelah menu disepakati, ya acara selanjutnya adalah berdoa terus makan-makan deh.

Jadi gaess.. pemilu ya gitu itu lah. Kalo kalian mau hidup enak di tengah pemilu, carilah acara-acara tasyakuran. Di situ kalian akan kenyang karena pasti ada acara makan-makannya.

Hindari acara ribut-ribut yang unfaedah. Kalo kalian jadi korban luka ato mati gara-gara pemilu gak akan dikasih gelar Pahlawan Nasional. Paling orang-orang cuma sedih doang.

Jadi gak usah sok jagoan. Kalo kalian mau jadi jagoan: jangan boros listrik, jangan buang sampah sembarangan, sayangi keluarga, hormati teman, hargai guru. Itu lah tandanya kau murid budiman. (ano)

Mengintip Aktivitas Penenggelaman Terumbu Karang di Pantura Madura

Terumbu karang Madura
Ilustrasi terumbu karang buatan. (Gambar ms.pngtree.com)

BANGKALAN – Sementara kita intip-intip aja dulu kegiatan muda-mudi Bangkalan dan mahasiswa UTM ini ya gaess. Kalo akhirnya kamu tertarik, kamu bisa hubungi para aktivis di kegiatan ini.

Ceritanya ada anak-anak muda Bangkalan pecinta lingkungan Sea and Coastal Learning (Scale+) yang nenggelamin terumbu karang buatan. Penenggelamannya dilakukan 14 April 2019.

Scale+ Madura
Tim Scale+ dan UTM foto bareng sebelum penenggelaman terumbu jarang buatan di pantai utara Madura. (Foto by Scale+)

Ada 5 unit terumbu karang buatan  berbahan besi yang ditenggelamkan. Kegiatan dilakukan di Desa Prancak, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan. “Kegiatan ini merupakan salah satu langkah awal pelestarian dan rehabilitasi terumbu karang yang sebagian besar telah rusak di pantai utara Bangkalan,” kata Nika panitia kegiatan itu.

Tidak hanya menenggelamkan terumbu karang buatan, Scale+ juga melakukan transplantasi terumbu karang lunak (soft coral) dengan cara menempelkan karang sehat ke rangka besi yang akan menjadi substratnya. “Proses pertumbuhan karang relatif lambat, sekitar 0.5 – 2 cm per tahun. Padahal terumbu karang rentan sekali rusak, salah satunya disebabkan oleh kenaikan suhu air laut dan teknik penangkapan ikan yang merusak.”

Scale+ Madura
Persiapan penyelaman dan penenggelaman terumbu karang buatan Scale+ dan UTM. (Foto Scale+)

Nika juga jelasi bahwa terumbu karang itu sangat penting bagi spesies laut buat tempat berlindung, tempat bertelur, sumber makanan  dan penyerap karbon (carbon sink). Dia dan timnya berharap dengan kegiatan itu terumbu karang bisa terpelihara dan meningkatkan kesadaran masyarakat. (dee)

Pertama Kali Kata “Menang” Dipakai dalam Pemilu

Pemilu menang
Pemilu bukan olahraga tinju di mana ada yang kalah dan ada yang menang. (Gambar okeycoe.blogspot.com)

PEMILIHAN umum (pemilu) sejatinya bukan lomba. Tapi kok pakai kata “menang” dan “kalah” dalam hiruk pikuknya? Jelas ada yang pertama kali memakainya sehingga keterusan sampai sekarang. Yang akhirnya bikin suasana pemilu jadi kayak lomba Agustusan meski ini masih April.

Gini sejarahnya. Kata “menang”  digunakan sejak pemilu pertama RI tahun 1955. Harian Rakjat edisi Senin, 3 Oktober 1955, misalnya, pernah menurunkan berita utama berjudul “Di Djokjakarta, ibukota revolusi, PKI menang.”

Kalau pemilu akhirnya dimaknai sebagai ajang perebutan kekuasaan antarkandidat, pemakaian kata menang seolah tanpa persoalan. Tapi, secara etik, kata menang sebenarnya menanggung persoalan.

Dalam KBBI V online, me.na.ng diartikan:  “v dapat mengalahkan (musuh, lawan, saingan); unggul/ meraih (mendapat) hasil (perolehan) karena dapat mengalahkan lawan (saingan).” Secara khusus, menang tepat digunakan sebagai hasil akhir dalam pertandingan atau perlombaan yang mensyaratkan keunggulan ego: pribadi atau tim.

Dengan begitu, kata menang dalam pemilu, pilpres, maupun pilkada menjadi pilihan kata yang peyoratif mengingat politik kekuasaan adalah ranah pengabdian yang bersumber dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Coba deh kita simak kata yang digunakan dalam politik Indonesia. Lembaga resminya dinamai KPU, Komisi Pemilihan Umum. Kerja utama lembaga ini adalah melaksanakan proses pemilihan wakil rakyat dengan varian: pemilu, pemilihan umum; pilpres, pemilihan presiden, maupun pilkada, pemilihan kepala daerah. Artinya, semua diksi yang dipakai berasal dari kata dasar pilih.Ini pemilihan, bukan lomba banyak-banyakan mengumpulkan orang buat nyoblos. Atau tinju-tinjuan sampai ada KO.

Pemilihan adalah kata benda yang diturunkan dari kata kerja aktif memilih. Karena itu, pemilihan bermakna proses memilih. Dalam logika ini, munculnya menang sebagai diksi yang mengacu pada hasil akhir pemilu menjadi fals atau sumbang.

Mestinya Pakai Kata “Terpilih” bukan “Menang”

Sebagai tawaran, mungkinkah kata terpilih dihadirkan sehingga memiliki kesatuan makna dengan lembaganya, KPU. Varian kalimatnya nanti bisa ditulis: “Si Fulan terpilih sebagai Presiden RI,” atau “Partai A menjadi pilihan rakyat di Kampung Z.”

Secara gramatikal, kata terpilih adalah jenis kata kerja pasif. Hal ini menjadi logis sebagai diksi mengingat dalam proses pemilihan, yang dipilih pada dasarnya merupakan subjek pasif (calon presiden), sedangkan yang memilih merupakan subjek aktif (pemilih).

Hal ini berbeda dengan kata menang yang menyiratkan makna bahwa yang dipilih merupakan subjek aktif.  Sehingga layak dipertanyakan menang dari siapa jika pesta demokrasi adalah milik bersama.

Kalimat “Si Fulan menang (pilpres),” misalnya, secara gramatikal semakna dengan kalimat “Make Tyson menang.” Namun, dalam kontestasi politik kekuasaan, menang bukan bersifat adu unggul sebagaimana dalam perlombaan.

Dan, kata menang sendiri tidak akan lahir jika tidak dipilih oleh rakyat. Artinya, yang terjadi sebenarnya dia terpilih, bukan menang.

Untuk itu, kata menang yang sudah “disahkan” dalam tata lembaga partai politik, perlu juga dilakukan perubahan. Jika selama ini parpol memunyai divisi yang disebut “tim pemenangan”, mungkin perlu dikenalkan “tim keterpilihan.”

Mungkin kedengarannya agak risih  di kuping tapi itu lebih sesuai dengan runutan istilah pemilu, di mana pe- adalah pemilihan. Karena itu, kata keterpilihan bisa digunakan yang bermakna hal terpilih. Sama halnya dengan kata kemenangan yang bermakna hal menang. Divisinya pun bisa diberi nama “tim keterpilihan.”

Ketika seorang pemimpin mengatakan bahwa keterpilihannya sebagai pemimpin bukan soal menang dan kalah, ada kesadaran dalam dirinya bahwa politik kekuasaan bukan ajang lomba. Meskipun begitu, klausa “bukan soal menang dan kalah” yang sering disampaikan dalam pidato keterpilihan pada dasarnya kontradiktif dengan adanya divisi struktural yang disebut “tim pemenangan” pun istilah “pidato kemenangan.”Mestinya “pidato keterpilihan”. (*)

Penulis: Umar Fauzi Ballah, esais, pengelola Komunitas Stingghil Sampang, dan pengajar di Ganesha Operation.

Info Banjir Sampang, Mulai Surut pada Jam 20.00

Pamekasan hebat banjir hebat
Empat desa kelurahan dan satu desa di Pamekesan terendam banjir Sabtu-Minggu. (Gif. dianayullian.blogspot.com)

Gaess nih info buat kalian yang butuh banget update soal banjir di Sampang. Info terakhir ini didapat pas pukul 20.00 tadi.

*A. Sampai *pukul 20.00 WIB* banjir yang terjadi di sebagian Wilayah Kecamatan Sampang *sudah mulai surut*

*A. Kecamatan Sampang :*

1. Desa Pangelen : kering
2. Desa Banyumas : kering
3. Desa Kamoning: kering
4. Desa Tanggumong : kering
5. Desa Paseyan : kering
6. Desa Panggung : kering
7. Desa Gunung Maddah III Dusun Glisgis : kering

8. Kelurahan Dalpenang meliputi :*
*. Jln. Imam Bonjol depan SMP 6 : 5 cm*
*.Jln. Suhadak depan SMK I sekitar : 5 cm*
*• Jln. Suhadak depan pasar sore Deggedek : 5 cm*
*• Jln. Imam Bonjol depan SDN Dalpenang l Sampai dengan RRI : 30 cm*
*.Jl. panglima : 5 cm*
*.Jl. Pansud Gg I : 10 cm*
*.Jl. Pangsud Gg II : 10 cm*
*. Jl. Pangsud Gg III : 20 cm*
*. Jl. Pangsud Gg IV : 20 cm*
*.Jl. Melati : 30 cm*
*.Jl. Mawar : 30 cm*
*.Jl. Seruni : 30 cm*
*Jl. Kenanga : 40 cm*
*Jl. Cempaka : 30 m*
*.Jl. Kamboja : 30 cm*
*.Jl. Teratai : 40 cm*

*9. Kelurahan Rongtengah*
*. Masjid Agung di ruas jalan raya : 20 cm*
*. Area Monumen : 5 cm*
*. Jl. KH.Hasyim Asyari : 5 cm*
*. Jl. Pahlawan : 10 cm*
*.Jl. Bahagia : 10 cm*
*.Jl. Merapi : 20 cm*
. Jl. Trunojoyo (depan SDN Rongtengah I) : kering
*Jl. Keramat agung : 20 cm*
. Jl. Lawu : kering
. Jl. Wilis : kering
. Jl. Semeru : kering
.Jl. Makmur : kering
*.Jl. Pemuda/Kajuk : 10 cm*
*.Jl. Pemuda Baru : 10 cm*
*. Jl. Pemuda bahari : 10 cm*
*. Jl. Pemuda satriya : 10 cm*

*10. Kelurahan Gunung Sekar :*
. Jl. Teuku Umar Gg II : kering
*.Jl. Garuda : 10 cm*
.Jl. Delima : kering
.Jl. Kenari : kering
. Jl. Aji Gunung I : kering
. Jl. Aji Gunung II : kering
. Jl. Manggis : kering
. Jl. Salak : kering
. Jl. Durian : kering
. Jl. Nuri : kering
. Jl. Perkutut : kering

*B.* untuk kondisi/debit air sungai Kemoning di Desa Banyumas saat ini sdh surut.

*Keterangan :*
*1.* bhw banjir dipermukiman warga di wil kota Sampang *mulai surut* mengingat air sungai kamoning didesa Banyumas sdh surut dan *scr perlahan* mengalir ke hilir.

*2. Arus Lalu Lintas* yang menghubungkan antara Kec. Sampang dengan Kec. Omben saat ini *blm Bisa* dilalui kendaraan Roda 2, namun, *sdh dpt dilalui* oleh kendaraan roda 4.

*3.* Arus Lalu Lintas yg menuju ke pamekasan maupun sebaliknya yg menuju ke surabaya *sdh dpt dilalui dan kembali normal.*

*4.* Lampu penerangan jalan dan permukiman warga *msh dipadamkan* yg meliputi ;
. Jl. Suhadak
. Jl. Panglima
. Jl. Imam bonjol
. Jl. Hasyim Asy’ari
.Jl. Melati
.Jl. Mawar
.Jl. Kenanga
.Jl. Kamboja
. Jl. Seruni

Namun utk daerah
. Jl. Bahagia dan area monumen *sdh dinyalakan

*Tim TRC BPBD Kab.Sampang*

Viral Gaess.. Air Banjir Sampang Berubah Warna

Banjir Sampang
Banjir di Sampang kiriman dari wilayah utara hampir tiap tahun terjadi. (Gambar th.lovepik.com)

SAMPANG – Bencana banjir di Sampang memang seakan jadi ritual tahunan. Dari akun facebook @Umar Fauzi Ballah ketahuan kalo tiap bulan April Sampang selalu banjir sejak 2013 silam. Tapi ada banjir Sampang kali ini ada yag beda.

Di grup-grup jejaring dan media sosial lagi viral gambar banjir Sampang yang airnya jernih. Bukan jernih sih, tapi lebih mirip “Pop Ice Rasa Permen Karet”. Warnanya biru muda gitu gaess.. seger kayaknya kalo dikasih es batu nih.

Banjir Sampang
Foto ini yang lagi viral, air banjirnya berubah jadi warna biru muda kayak Pop Ice rasa permen karet wkwkwkwk.. (Foto by noname)

Taberita.com masih menelusuri  tangan kreatif dan genggu’ milik siapa yang mengedit warna air banjir itu. Soalnya editannya rapih banget. Bahkan, gambar Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dan beberapa anggota BPBD Sampang kelihatan alami banget di foto itu.

Biasanya anak-anak Sampang bercanda soal banjir dengan menyebutnya kopi susu, cappucino ato white coffe. Soalnya banjir Sampang mesti berwarna cokelat mirip minuman-minuman itu tadi. Lah kok ada gambar gokil yang ngubah warna air banjir Sampang jadi warna biru muda.

Bencana alam memang gak boleh dibuat bercanda. Coba lihat dari sudut pandang lain, bahwa gambar editan itu sebenarnya bentuk kritik yang kreatif dan menghibur supaya banjir Sampang bisa segera diatasi.

Seperti kalian tahu, banjir di Sampang terjadi sejak Sabtu malam sampai Minggu 14 April 2019. Sejumlah kawasan kota terendam banjir yang airnya datang dari kawasan utara Sampang. (ano)

Ikuti Kami

729FansSuka
273PengikutMengikuti