Minggu, Juni 16, 2019
Beranda blog

Festival Teramai dan Sukses “Mengevolusi” Konsep Daul Sampang

Daul Dug Dug Sampang
Bupati Sampang dan jajarannya serta Forkopimda Sampang mengapresiasi para seniman musik daul dengan bertahan hingga acara selese tengah malam saat pelepasan peserta terakhir, Selasa malam 11 Juni 2019. (Foto taberita.com)

SAMPANG – Dua malam Festival Musik Tradisional “Eksotika Pesisir” Daul Combo dan Daul Dug Dug sudah selese. Meski sempet dinyinyirin beberapa pihak dan aktivis medsos, acara itu rame dan sukses besar.

Bukan hanya berhasil dengan peserta yang banyak dan penonton yang ribuan tumplek-blek. Panitia Festival Music Daul tahun 2019 juga sukses “mengevolusi” pelaksanaannya. Tampak jelas banyak yang berubah. Pegelaran musik daul tahun ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Suasana Daul Dug Dug
Situasi ramainya Jl. Trunojoyo sampai Jl. Samsul Arifin penuh manusia saat pagelaran Daul Dug Dug Selasa malam 11 Juni 2019. (Foto taberita.com)

Gunawan, panitia Festival Musik Tradisional itu menyatakan ada beberapa perubahan drastis pagelaran daul tahun ini. Di antaranya terkait pemisahan waktu festival antara daul combo dengan daul dug dug. “Dari dulu pagelaran daul combo dan daul dug dug dijadikan satu. Sehingga ada performance yang tidak maksimal,” terangnya.

Evolusi kedua, tahun ini pagelaran daul mengandung nilai edukasi pada seniman. Yaitu dengan cara menilai karya grup daul. “Meski masih tanpa rangking, kami nilai penyaji terbaik. Supaya perhatian seniman daul tidak terlalu banyak tersita pada dekorasi daul dan mulai lebih memperhatikan konten musiknya,” paparnya.

Ke depan, sambungnya, daul Sampang diharapkan akan makin dewasa dengan makin banyak menguasai materi musik tradisional. Sehingga, kualitas musik daul combo dan daul dug dug yang asli Sampang itu semakin original dan nyata ciri khasnya.

Pria pengusaha kopi dan donat Maksideh itu mengungkapkan evolusi lain dari pagelaran musik daul yang berlangsung dua malam itu. Yaitu terkait rute. Kata dia, tahun ini rute pagelaran musik daul berubah 100 persen.

“Awalnya banyak yang ragu, takut tidak ada yang nonton. Tapi kita lihat sendiri dua malam ini. Semua ruas jalan yang jadi rute daul full manusia. Sampai-sampai grup daulnya nggak bisa jalan karena di depannya full manusia. Macet !!” katanya.

Musik Daul adalah Darah Daging Sampang

Menurut Gunawan, di mana pun pagelaran musik daul Sampang diadakan, penonton pasti berdatangan. Bukan hanya warga Sampang yang nonton tapi juga warga dari luar kabupaten.

Kenapa?? Karena musik daul adalah darah daging Sampang. “Dulu dikenal dengan Ol-Daol, sekarang sudah dikenal dengan Daul. Dan ini musik tradisional asli Sampang. Makanya anak kecil, remaja dan orang tua di Sampang semuanya suka musik daul,” tegasnya.

Panitia Festival Musik Tradisional Sampang 2019
Sebagian panitia di garis start festival berpose bersama Bupati dan jajarannya serta Forkopimda Sampang usai melepas peserta terakhir. (Foto taberita.com)

Selain warga Sampang, warga kabupaten lain di Madura bahkan Jawa juga banyak yang mencintai musik daul. Dan yang perlu dicatat, musik daul Sampang adalah salah satu rujukan musik tradisional Madura. “Di Sampang ini meski pun diadakan pagelaran musik daul 3 hari 3 malam sekali pun insya Allah akan tetap rame. Musik daul Sampang ini magnet,” ungkapnya.

Jadi benar, lanjut Gunawan, apa yang disampaikan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi soal musik daul. “Musik tradisional daul ini milik Sampang, satu-satunya di Madura. Kita harus bangga. Dan kalau ada perubahan-perubahan konsep untuk kualitas agar lebih baik, sebaiknya ikut dulu baru nanti dievaluasi. Jangan dinyinyirin dulu lah,” pungkasnya. (ano)

Silaturahmi Gubernur, Bupati-Wabup Yakinkan Sampang Kondusif

Silaturahmi Gubernur
Rombongan Bupati dan Wakil Bupati Sampang berfoto bersama Guber ur dan Wakil Gubernur Jawa Timur di Gedung Grahadi. (Foto Humas Pemkab Sampang)

SURABAYA – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dan Wakilnya H. Abdullah Hidayat hadir di Grahadi Surabaya. Keduanya datang buat ikut silaturahmi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

H. Idi dan H. Ab kelihatan sudah datang pagi bersama istri dan Sekretaris Kabupaten Sampang Phutut Budi Santoso. Tampak juga di Grahadi Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan.

Selain untuk silaturahmi dalam nuansa halalbihalal, H. Idi turut menyampaikan dan meyakinkan pada Gubernur Khofifah dan Wakil Gubernur Emil Dardak bahwa Sampang kondusif. “Sampang sekarang sedang bersemangat. Pemerintah dan rakyat sama-sama ingin Sampang maju sesuai cita-cita Sampang hebat bermartabat seperti visi dan misi kami,” ungkapnya.

Terkait kabar mengenai Sampang yang negatif, H. Idi berharap ke depan Sampang lebih banyak dikenal dengan hal-hal positifnya. “Kami akan berupaya untuk terus memperbaiki Sampang bersama masyarakat. Kami mendorong profesionalisme ASN, menggelorakan seni budaya dan mendukung kegiatan-kegiatan wisata di Sampang. Tentu saja di samping itu kita terus mengupayakan pembangunan infrastruktur,” terangnya.

H. Idi menyatakan, keyakinannya Sampang akan lebih baik. “Kami tidak sendirian. Kami minta rakyat membantu pembangunan. Semangat sudah ada, ASN pun sekarang kami dorong supaya mereka bekerja dengan niat ibadah. Supaya kinerjanya lebih optimal,” tuturnya.

Bupati dan Wabup Sampang bertolak ke Sampang usai silaturahmi dengan Gubernur dan Wakil Gunernur. (dee)

Kenapa Tahun Ini Acara Daul di Sampang Rame Banget  ??

Daul Combo Sampang
Pemisahan pagelaran Daul Combo dengan Daul Dug Dug bikin acara Festival Musik Tradisional di Sampang meriah. (Foto: taberita.com)

SAMPANG – Setelah keliling-keliling nembus keramean (karena emang rame banget), Taberita.com dapat info penting nih gaess. Yaitu, alasan kenapa acara Festival Musik Tradisional “Eksotika Pesisir” Daul Combo Senin malam 10 Juni 2019 itu rame banget.

Saking ramenya Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dan Wakilnya H. Abdullah Hidayat gak mau ninggalin lokasi acara sampe bubar. Padahal, acaranya termasuk lama dan sampai hampir tengah malam pula gaess.

Ini faktanya kenapa acara Daul Combo itu rame bangeddds..

1. Daul Combo Dipisah dari Daul Dug Dug

Para penikmat musik daul bilang, sebelum-sebelumnya eksebisi Daul Combo dan Daul Combo dijadiin satu. Padahal kalo dicermati, meski sama-sama daul, corak musik keduanya beda. Daul Combo relatif selow musik dan lagunya, sementara Daul Dug Dug berirama cepat dan ngegass.

2. Grup Daul Combo Makin Pede

Di tahun-tahun sebelumnya Grup Daul Combo bisa dibilang kurang pede karena jalan bareng Grup Daul Dug Dug. Soalnya kalo pas jalan bareng bedanya kelihatan banget. Dan orang cenderung ngasih tepuk tangan buat grup Daul Dug Dug karena musiknya lebih keras dan ngebeat. Melihat kebiasaan itu, panitia akhirnya memisahkan keduanya dan itu bikin grup Daul Combo jadi pede performnya.

3. Dilombakan dengan Juri yang Kredibel

Taberita.com sebenernya punya dan tahu track record 4 orang yang dipakai panitia buat jadi juri festival. Kalo diceritain satu-satu gak muat entar gaess.. Tapi intinya grup-grup Daul Combo jadi bersemangat ikut festival karena faktor juri itu juga. Nah sebelum-sebelumnya gimana? Infonya sih cuma pawai, gak ada penilaian. Fyi, gara-gara dilombain, panitia ngaku sampai nolak-nolak peserta loh gaess..

4. Didukung Bupati dan Wabup Sampang Digelar 2 Hari

Jadi, Festival Musik Tradisional itu sama panitia dan Bupati-Wakil Bupati Sampang dijadiin semacam pesta rakyat. Baru sekarang di Madura ada acara musik tradisional sampe dua hari. “Capek itu pasti. Tapi Pak Bupati dan Wabup mendukung banget. Melihat peserta dan penonton yang rame kita jadi lupa sama capeknya,” kata Gunawan, salah satu panitia acara itu.

5. Menggaungkan Jingle “Sampang Hebat Bermartabat”

Panitia menjadikan jingle “Sampang Hebat Bermartabat” sebagai lagu wajib dengan durasi maksimal 3 menit. Semua perserta pun berkreasi membuat jingle itu. Menarik, karena setiap jingle dibawakan dengan semangat yang menular ke semua yang hadir di acara itu. Bukan cuma sekadar jingle harapannya bisa jadi semangat dan tujuan bersama ya gaess.. (ano)

Dua Malam Sampang Full Musik Tradisional

Bupati dana Wakil bupati sampang beserta kapolres sampang
Bupati dana Wakil bupati sampang beserta kapolres sampang

SAMPANG – Pusat Kabupaten Sampang dipenuhi manusia. Jalan-jalan menuju jantung kabupaten ditutup. Pengguna jalan diarahin melewati jalur alternatif supaya gak kejebak macet.

Sampang lagi bikin gawe gaess.. Festival Musik Tradisional “Eksotika Pesisir” Daul Combo dan Daul Dug Dug. Beda dari tahun-tahun sebelumnya, panitia ngadain acara itu sampai dua malam.

Senin malam, 10 Juni 2019 adalah malam pertama festival itu. Dan situasinya ruamee banget. Rute yang dilalui Daul Combo jadi lautan manusia. Saking ramenya sampe atribut Daul Combo rada susah lewatnya.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dan Wakil Bupati H. Abdullah Hidayat hadir beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sampang lainnya.

“Saya terharu tadi dibuka tari Malateh Sato’or. Tari yang sudah mengantar Sampang mendapatkan rekor MURI,” kata Bupati H. Idi (sapaannya). Terkait Festival Musik Tradisional itu, H. Idi mengaku sangat bangga karena Daul Combo dan Daul Dug Dug hanya ada di Sampang. “Ini satu-satunya di Madura. Ayo lestarikan bersama,” ajaknya.

H. Idi berharap, Sampang ke depan bukan hanya terkenal karena berita-berita negatif dan kabar jelek. “Kita angkat yang positif dari Sampang supaya tidak terkenal di berita-berita nasional bahkan internasional karena kejadian negatif. Acara seperti ini akan mengangkat Sampang dalam hal positif. Ayo kita jaga Sampang bersama-sama,” tegas mantan anggota DPR RI itu.

Melihat rame dan antusiasnya peserta serta penonton yang datang, H. Idi yakin Daul Combo dan Daul Dug Dug akan terus lestari. Setelah membuka acara H. Idi, H. Ab (sapaan H. Abdullah Hidayat) dan Forkopimda lainnya melepas satu per satu  Daul Combo sebanyak 25 peserta ditambah 3 bintang tamu.

Suasana berlangsung meriah karena panitia melombakan jingle wajib bertema “Sampang Hebat Bermartabat”. Sesekali Bupati dan Wakil Bupati turun dari panggung menari bersama regu Daul Combo sambil menyanyikan jingle.

Acara di malam pertama itu berlangsung mulai jam 7 malam sampai jam 11 malam. Rute festival start dari pelataran Monumen Sampang Jalan Trunojoyo dan berakhir di Jalan Samsul Arifin.

Selasa malam, 11 Juni 2019 festival  dilanjutin lagi looh gaess. Buat kalian yang gak sempet nonton perform peserta Daul Combo, besok malam giliran peserta Daul Dug Dug yang pesertanya sebanyak 27 dan 1 bintang tamu akan tampil.

Ayo ramaikan bareng-bareng. Tapi jangan lupa gaess, jangan buang sampah sembarang yah. (ano)

Rekor MURI yang Bisa Diraih Sampang Selain Tari Melate Sato’or

SAMPANG – Setelah mendapatkan Rekor MURI untuk pagelaran tari Malate Sato’or terbanyak, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bilang bakal ada upaya selanjutnya untuk mendapatkan Rekor MURI lain.

Mungkin saja rekor lain yang akan dikejar itu masih berkaitan dengan kebudayaan. Tapi bisa juga tentang lainnya. Kalo serius, Kabupaten Sampang bisa aja memborong Rekor MURI loh gaess..

Apa aja Rekor MURI yang bisa diraih Kabupaten Sampang?

1. Kabupaten Paling Sering Banjir

Ini sebenernya bukan prestasi, tapi tampaknya belum ada daerah lain yang bisa nyalip Sampang dalam hal frekuensi banjir. Sampai-sampai dijuluki Sampang BAHARI alias banjir setiap hari.

2. Kabupaten Tersepi di Madura

Coba deh kalian jalan-jalan keliling Madura dan mampir di pusat-pusat kabupatennya. Kalian akan merasakan, pada jam 22.00 suasana akan mulai sepi. Dan suasana tersepi akan diraih oleh Sampang gaess..

3. Kabupaten Paling Banyak Pasarnya

Ternyata Sampang adalah kabupaten yang paling banyak pasar di wilayah pusat kabupatennya. Gak percaya, itung sendiri sana !!

4. Kabupaten yang Kalo Ada Pemilu Selalu Ribut

Kalian ngerasa nggak sih, setiap ada pemilihan umum ‘ada aja yang diributin sama warga sini. Dan karena ribut-ribut itu Sampang sering banget jadi sorotan nasional.

5. Kabupaten Paling Banyak Umat Islamnya

Di Madura ini, hanya di Kabupaten Sampang yang gak ada tempat ibadah agama lainnya kecuali masjid dan musala. Makanya, hampir bisa dipastikan 100% penduduk Sampang beragama Islam.

6. Kabupaten dengan PKL Pinggir Jalan Terbuanyaaak.

Bandingkan Sampang dengan kabupaten lain di Madura atau Indonesia. Untuk urusan PKL “selangkah lebih maju” sepertinya Sampang juaranya. Para PKL itu banyak bukalapak di pinggir jalan protokol dan bahkan di depannya pasar (sementara pasarnya gak ditempati..wkwkwkw).

Nah, setidaknya 6 Rekor MURI bisa diraih Sampang untuk hal-hal lain. Sehingga Sampang bisa menambah deretan sertifikat Rekor MURI yang bisa dipajang buat kenang-kenangan. (ano)

Pagelaran Tari Kolosal Malate Sato’or Sepi, hanya Kejar Rekor MURI

muri Hardiknas
Bupati Sampang menerima sertifikat Rekor MURI, tapi bergunakan rekor itu untuk meningkatkan pendidikan di Sampang?? (Foto: taberita.com)

SAMPANG – Sayang banget, Hari Pendidikan di Kabupaten Sampang hanya mengejar rekor MURI menari. Kegiatan yang mestinya rame, meriah dan bisa ditonton banyak orang itu berlangsung sepi, dikit banget penontonnya.  Cuma Bupati Sampang sama temen-temennya, dan para orang tua penari yang terlibat.

Ceritanya, untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional Kamis, 2 Mei 2019, Dinas Pendidikan Sampang ngadain pegelaran tari kolosal ‘Malate Sato’or’ di Lapangan Wijaya Kusuma. Katanya sih ini tarian asli Sampang. Untuk acara ini latihannya sudah berlangsung 3 bulan sebelumnya. Yang dilibatkan anak SD dan SMP. Ada 1.007 anak terlibat.

Jangan tanya ‘apa hubungannya menari dengan hari pendidikan ya !! Jawabannya jelas untuk memperkuat kebudayaan ato apalah apalah gitu. Semoga saja, dengan menari itu anak-anak Sampang semakin pintar dan IPM Sampang jadi meningkat.

Karena sudah terlaksana ya sudah gak apa-apa. Tapi kalo misalnya tahun depan Dinas Pendidikan Sampang mau buat acara tari massal lagi ‘setidaknya jangan dibikin sepi gitu dong. Ramein, supaya hasilnya gak cuma Rekor MURI doang. Tapi juga bisa datengin wisatawan dari luar Sampang untuk menikmati.

IPM Jongkok Malah Kejar Rekor MURI

Dana yang keluar banyak buat latihan, kostum dan mendatangkan tim Rekor MURI eman banget kalo gak sekalian dijadiin potensi wisata ?? Setidaknya untuk meramaikan Sampang supaya gak terkenal sama bencana banjir dan kisruh pemilu doang gitu loh.

Buat menarik wisatawan kan gampang. Tinggal bikin materi publikasi yang bagus, terus di-share sebanyak-banyaknya di media sosial dan pakai internet marketing. Harreey gene geto loh.

Di sisi lain, semoga Bupati Sampang H. Slamet Junaidi sebagai penerima sertifikat Rekor MURI “Pemrakarsa dan Penyelenggara Pagelaran Tari Malate Sato’or oleh Pelajar Terbanyak” itu akhirnya sadar, bahwa menari tidak bisa segera menaikkan IPM Sampang yang jongkok. Tapi acara menari itu justru bisa dijadikan wisata yang bisa menarik minat luar Sampang.

Semoga tahun depan Hari Pendidikan Nasional-nya diperingati dengan menari lagi dan lebih banyak penari. Supaya dapat Rekor MURI lagi. Dan acara menari itu bisa jadi salah satu agenda wisatanya Sampang. (ano)

Ikuti Kami

729FansSuka
287PengikutMengikuti