Gaya Hidup

Parade Layangan Hindari Anak Dari Candu Gadget

Photo_1537967502010
Photo_1537967502010

SAMPANG – “Musim kemarau, saatnya bermain layangan”. Ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kerinduan kita akan permainan paling populer tempo dulu. Mainan yang tergolong tradisional ini kini sudah mulai jarang ditemui di seantero Nusantara, karena tergerus oleh mainan modern yang ada di gadget. Tak heran jika saat ini gadget sudah menjadi candu oleh sebagian besar anak-anak.

Chadri, salah satu pengunjung berharap adanya Parade Layangan yang diadakan di Desa Tangkor Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang ini, mampu menjadi salah satu cara membatasi anak dalam bermain gadget. “Sehari dua hari ada lomba layangan ini, minimal bisa mengurangi anak-anak dari bermain smartphone”, harapnya, Rabu (26/9/2018).

Mengingat bahaya gadget, Chadri, guru di sebuah Pesantren ini mengingatkan, agar semua orang tua mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan gadget tersebut, serta mengarahkan penggunaannya ke hal yang positif.
“Gadget atau smartphone memang ada puls minusnya, tapi selama ada pengawasan orang tua, insya Allah akan lebih banyak digunakan ke hal yang lebih positif, Sekalipun digunakan untuk bermain game asal jangan sampai berlebihan”. Ingatnya.

Sedikit bercerita tentang masa lalunya, bapak dua orang anak ini mengatakan bahwa layangan merupakan permainan yang sangat ia gandrungi di masa kecilnya, karena selain ekonomis, cara memainkannya juga sangat mudah.
“Dulu layangan itu satu – satunya hiburan saya sepulang sekolah di musim kemarau, kalau sudah suka tidak peduli panas, dan badan hitam semua. Tak ada permainan lain, tidak seperti anak-anak jaman now ini”, pungkasnya. (Naf)

Exit mobile version