Politik

Bawaslu Bangkalan Copot Spanduk Bernada Kecaman Terhadap Gibran Rakabuming Raka

Bawaslu Bangkalan Saat Melakukan Penertiban Spanduk Di Akses Jembatan Suramadu.
Bawaslu Bangkalan saat melakukan penertiban spanduk di akses Jembatan Suramadu.

BANGKALAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bangkalan melakukan penertiban sepanduk bernada tulisan provokator dan ancaman terhadap Gibran Rakabuming Raka, calon wakil presiden nomor urut 02, Selasa, (30/1/2024).

Spanduk berisi kalimat kecaman terhadap
Gibran Rakabuming Raka banyak beredar di jalan protokol akses jalan Suramadu, Kabupaten Bangkalan.

Berdasarkan temuan Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bangkalan ada 24 spanduk yang tersebar di 4 kecamatan.

Kalimat kecaman dalam spanduk tersebut diantaranya “Mun Tretan la Ecokoco, tekkak anaen presiden paggun elaben” (Kalau saudara dibuat mainan, meskipun anaknya presiden pasti dilawan).

Ada pula berbunyi “Gibran, tengate cong menghina Mahfud berarti menghina kita semua” (Gibran, hati-hati Nak, menghina Mahfud artinya menghina kita semua).

“Tekka anaen presiden mun korang ajer paggun ebeles,” (Meskipun anaknya presiden, kalau kurang ajar pasti dibalas).

Ketua Bawaslu Kabupaten Bangkalan Ahmad Mustain Saleh menjelaskan bahwa spanduk tersebut tersebar di Kecamatan Labang, Kecamatan Tragah, Kecamatan Burneh dan Kecamatan Blega.

Di spanduk tersebut, terdapat tulisan yang mengatasnamakan Warga Madura Pecinta Mahfud MD.

“Semua spanduk sudah kami tertibkan. Kami menduga ada unsur provokasi dan pelanggaran,” kata Mustain saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (29/1/2024).

Mustain menambahkan bahwa sebelum Bawaslu menertibkan spanduk tersebut, pihaknya melakukan diskusi bersama tim pengawas kelompok kerja pengawasan isu negatif dan provokatif.

Sementara itu, Ketua tim pemenangan Ganjar-Mahfud (GAMA) Bangkalan Hasbullah Muchtarom saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui terkait spanduk tersebut.

“Kita berusaha untuk mencari tahu kebenaran siapa yang usil memasang spanduk itu sebab Bangkalan itu aman, tidak bisa diprovokasi dan tidak ingin ada gesekan dalam Pilpres,” ungkapnya.

Hasbullah menambahkan bahwa keberadaan spanduk itu sedang ditelusuri melalui jaringan relawan GAMA di masing-masing kecamatan spanduk tersebut bisa berdampak negatif jika dibiarkan. (ang)

Exit mobile version