Berita

Budaya Literasi Rendah, Pemkab Bangkalan Baru Rencanakan Perpusdes

Img 20181104 Wa0002
IMG 20181104 WA0002

BANGKALAN – Rendahnya budaya literasi baca-tulis di Bangkalan Madura berdampak pada tingkat kecerdasan dan pengetahuan masyarakat yang masih di bawah rata-rata. Meski tergolong daerah metropolitan, namun dari aspek keilmuan, Bangkalan masih perlu dibenahi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan Mulyanto Dahlan menyampaikan, rendahnya budaya literasi mempengaruhi terhadap pengetahuan masyarakat. Mulai dari bawah, dia merencanakan akan membenahi sarana dan pra sarana desa.

Menurut dia, upaya peningkatan itu harus dengan cara membangun perpustakaan desa (perpusdes). Perpustakaan dinilai solusi tepat menumbuhkembangkan minat baca masyarakat.

“Membaca juga menjadi kebutuhan masyarakat, oleh karena itu adanya perpusdes ini sangat penting,” kata Mulyanto, Minggu (4/11).

Selama ini, sambung dia, sebagian desa di Bangkalan sudah memiliki koleksi buku bacaan. Namun sebagian masih diletakkan di rumah kepala desa. Alasannya, karena hanya sebagian desa yang memiliki kantor. “Makanya buku itu diletakkan di rumah kades untuk sementara,” ungkapnya.

Perencanaan pengadaan perpusdes akan menjadi program pemerintah setelah pembangunan balai desa rampung. Selain tidak dianggarkan di program alokasi dana desa dan dana desa, pihaknya saat ini masih fokus terhadap pembangunan balai desa.

“Rencana pembangunan perpusdes mungkin akan menjadi program terakhir setelah pembangunan kantor dan balai desa selesai,” ucapnya.

Secara tata kelola pembangunan, daerah di ujung barat Madura ini bisa meniru Surabaya. Namun hambatannya dari sumber daya manusia (SDM). SDM Bangkalan tidak sebagus Sidoarjo dan Gresik.

Menurut Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan, gerakan minat baca masyarakat di Bangkalan masih sangat rendah. Dari itu, dia mengimbau agar keterampilan membaca terus dilakukan sejak dini.

“Semoga sekolah-sekolah juga terus meningkatkan budaya literasi di sekolahnya masing-masing,” pinta legislator asal Kecamatan Galis saat dimintai keterangan via telpon. (Tia)

Exit mobile version