Politik

KPU – Tiga Paslon Komitmen Sukseskan PSU Pilkada Sampang

Img 20181009 210138
IMG 20181009 210138

SAMPANG – Komisi Pemilihan Umum gelar Istighotsah dan Ikrar Bersama tiga Paslon, pemerintah dan seluruh stakeholder untuk mensukseskan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sampang 27 Oktober 2018.

Ketiga pasangan calon (Paslon) hadir di acara yang digelar di Pendapa Bupati. Diantaranya, Paslon nomor urut 1, H. Slamet Junaidi – H. Abdullah Hidayat (Jihad), H. Hermanto Subaidi – H. Suparto (Mantap) Paslon nomor 2, dan H. Hisan- H. Abdullah Mansyur (Hisbullah) dari Paslon nomor urut 3.
Terlihat juga ketua KPU Jawa Timur, Eko Sasmito, Pj. Bupati Sampang H. Jonathan Judianto, Forkopimda, tokoh ulama, Bawaslu, parpol dan tim pendukung Paslon.

Ketua KPU Sampang, Syamsul Muarif mengatakan, Istighotsah dan Ikrar Bersama merupakan rangkaian kegiatan menuju PSU tanggal 27 Oktober. “Tujuan KPU ingin menyatukan hati dan rasa semua pihak untuk sama-sama mensukseskan PSU,” ucapnya, Selasa (9/10/2018).

Pj. Bupati Sampang, H. Jonathan Judianto mengajak semua stakeholder dan masyarakat Sampang agar melaksanakan PSU dengan gembira. “Mari kita laksanakan PSU ini dengan gembira. Kita datang ke TPS untuk menentukan pilihan kita masing-masing,” ujarnya.

Pemkab Sampang, kata pria yang disapa Pak Jo tersebut harus memastikan PSU tanggal 27 Oktober berjalan sukses. “PSU ini kehormatan bagi Kabupaten Sampang. Semoga dengan sinergitas kami bersama penyelenggara menghasilkan PSU yang berkualitas,” tukasnya.

Menurut Pak Jo, PSU yang diperintahkan MK adalah ujian bagi masyarakat Sampang agar lebih matang dalam berdemokrasi. Karenanya kata Pak Jo, keputusan MK tidak ada cara lain harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. “Salah satunya memohon kepada Allah melalui Istighotsah ini agar PSU sukses dan lancar,” lanjutnya.

Sementara, ketua KPU Jawa Timur, Eko Sasmito menilai proses demokrasi di Sampang sudah berjalan lebih baik. Nilainya menurut Eko, cukup bagus antara 7-8 dengan skala 0-10. “Orang itu semakin baik, ujiannya semakin berat. Karena demokrasi berjalan dengan baik, pemilu berjalan semakin baik, maka ujiannya ya kita dikasih PSU,” ucapnya.

Exit mobile version