Ekonomi

Panen Muda, Cara Petani Jagung di Bangkalan Dapatkan Untung

Img-20180926-Wa0129-1-1
IMG-20180926-WA0129-1-1

BANGKALAN – Tidak seperti panen jagung pada umumnya. Petani jagung di Desa Janteh, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan Madura memanen jagung tidak menunggu tumbuhnya jagung sampai tua. Mereka memanen saat usia jagung masih muda.

Dengan cara seperti itu, para petani jagung desa setempat sudah mampu mendapatkan keuntungan yang lumayan besar.
Pohon jagung muda yang dipanen, kemudian diikat dalam satu ikatan. Tiap satu ikatan berisi 20 sampai 30 pohon jagung. Per ikatannya mereka jual Rp 10.000.

Fauzan (58), salah satu petani jagung mengatakan, keuntungan yang diperoleh bisa menghasilkan keuntungan separuh panen. Misalnya panen menghabiskan modal Rp 500 ribu, dengan menjual pohon jagung muda, hasil keuntungan melebihi modal awal.
Pembelinya, kata dia, peternak hewan dari luar desa. Mayoritas pohon jagung yang masih muda itu dibuat pakan ternak sapi dan kambing. “Apalagi musim kemarau seperti sekarang, rumput sulit tumbuh subur. Menjual jagung muda seperti ini cepat laku,” ujarnya.

Sementara, Matsuri (60) petani jagung lainnya mengungkapkan, jika tanaman jagung dipanen seperti biasanya. Untung ruginya masih tanda tanya. “Kadang untung kadang rugi. Bahkan lebih banyak ruginya,” tuturnya.

Menurutnya, tempat berjualan pohon jagung muda tersebut dipinggir jalan di sepanjang Desa Janteh dan Sumur Koning. “Biasanya mereka (pembeli,red) membeli sampai 100 ikat pohon jagung muda. Kalau sampai seratus ikat, tinggal dikalikan saja,” tukasnya. (Tia)

Exit mobile version