Ekonomi

Sepi Penumpang, Rute Penerbangan Sumenep – Surabaya Setengah Tahun Ditinggal Maskapai

Salah Satu Maskapai Di Bandara Trunojoyo.
Salah satu maskapai di Bandara Trunojoyo.

SUMEMEP – Rute penerbangan rute Sumenep-Surabaya PP di Bandara Trunojoyo Sumenep sejak ditutup awal 2023 hingga kini belum ada tanda-tanda akan dibuka kembali.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep Yayak Nurwahyudi menegaskan bahwa pihaknya mengupayakan agar jalur itu kembali normal.

Salah satu langkah yang dilakukan dengan melakukan kordinasi dengan berbagai pihak seperti mendata dan mengumpulkan para komunitas di Sumenep.

Utamanya yang sering menjadwalkan acara di Surabaya, kemudian merangkum jadwal kegiatan mereka agar sesuai dengan jadwal penerbangan di rute Sumenep-Surabaya PP. 

“Kami juga bakal merayu pegawai BUMN, misalnya seperti PT Garam yang sering ada agenda rutin, agar menggunakan jasa penerbangan, kami bakal sesuaikan juga jadwalnya,” ujarnya.

Menurutnya, jika pihaknya berhasil mengajak atau bekerja sama dengan sejumlah pihak, misalnya kepentingan rapat koordinasi PT Garam, salah satu BUMN yang berkantor di Sumenep, jumlah minimal yakni 6 penumpang bisa terpenuhi. 

Yayak membenarkan bahwa bandara tersebut belum sesuai dengan harapan hingga saat ini. Utamanya setelah dihentikannya rute Sumenep-Surabaya dan sebaliknya.

“Memang beberapa bulan sudah tidak ada penerbangan, karena sepi, tidak ada yang melakukan penerbangan ke Surabaya atau ke Sumenep,” kata Yayak Nurwahyudi kepada Kabar Madura.

Harapan yang dimaksud Yayak, rencana Pemkab Sumenep dari bandara yang diresmikan Presiden Joko Widodo di awal tahun 2022 itu adalah menjadi salah satu pendongkrak perekonomian masyarakat Sumenep. 

Selain itu, bandara yang juga untuk mempercepat akses transportasi dari luar Madura itu sudah dibangun Disperkimhub Sumenep dengan anggaran puluhan miliar rupiah. 

Humas Bandara Trunojoyo Romzt Sarengat Sani menyampaikan bahwa rute penerbangan di Bandara Trunojoyo hanya dua hari per pekan yakni hari Selasa untuk rute Bawean-Sumenep, Sumenep-Jember, Jember-Sumenep, Sumenep-Pagerungan, dan Pagerungan-Sumenep.

Kemudian di hari Rabu, rutenya adalah Sumenep Pagerungan, Pagerungan-Sumenep, dan Sumenep Bawean. 

“Paling full itu penumpukan Pagerungan-Sumenep PP. Untuk menambah hari, rute, atau perubahan harga, dan lain, keputusannya langsung dari pusat,” pungkasnya. (man)

Exit mobile version