Olahraga

Tahap Pengkajian, Pembebasan Lahan Stadion Sampang Dianggarkan Rp. 10,9 M

Img-20180824-Wa0099
IMG-20180824-WA0099

SAMPANG – Pembangunan stadion sepakbola yang jadi harapan warga  Sampang hingga hari ini belum ada titik terang.

Pemerintah kabupaten melalui Dinas Pemuda olahraga, kebudayaan dan pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang awalnya merencanakan pembangunan stadion di sebuah lahan milik warga di desa Aengsareh, kecamatan Sampang, kabupaten Sampang.

“Tanah saya di Aeangsareh pernah di survey langsung oleh mantan Bupati, bapak Fadillah Budiono. Layak atau tidak dibangun stadion sepakbola,” ujar Ashari, pemilik tanah, Jum’at (24/8).

Kepada taberita.com Ashari menuturkan, lahan seluas 10,5 hektar sudah siap ia jual kepada pemerintah untuk dibangun stadion sepakbola, namun hingga detik ini belum ada kabar kelanjutan.

“Sampai saat ini belum ada kelanjutannya,” tuturnya.

Sementara itu, Ainur Rofiq, Kabid Olahraga Disporabudpar mengatakan, rencana pembelian lahan pemangunan sarana olahraga sudah dialokasikan melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Sampang tahun 2018 sebesar 10,9 miliyar rupiah.

“Dana untuk pembebasan lahan stadion sudah dianggarkan kurang lebih 10,9 miliar rupiah,” ucap Rofik.

Ditanya soal pembebasan lahan pembangunan stadion sepakbola di desa Aengsareh, Rofik belum bisa memberikan keterangan.

“Masih dalam tahap pengkajian mas,” singkatnya.

Menurut informasi yang beredar di masyarakat, saat ini pemerintah kabupaten Sampang mengincar lima lokasi untuk dibangun stadion sepakbola, yakni, Desa Aengsareh kecamatan Sampang, Desa Gulbung kecamatan Pangarengan, Desa Pangongsean kecamatan Torjun, Desa Kotah kecamatan Jrengik, dan Desa Camplong Kecamatan Camplong. (Dim)

Exit mobile version