Berita

Jawab Keluhan Nelayan, Pj Bupati Bangkalan Patroli Laut Pecahkan Konflik Akibat Pemakaian Jaring Trawl

Pj Bupati Bangkalan Saat Bertemu Nelayan Asal Lamongan.
Pj Bupati Bangkalan saat bertemu nelayan asal Lamongan.

BANGKALAN – Pj Bupati Bangkalan, Arief M Edie rela mengarungi lautan di wilayah Bangkalan dalam dua hari terakhir guna melakukan patroli untuk mencegah pecahnya konflik antar nelayan, akibat pemakaian jaring trawl oleh nelayan dari luar Bangkalan.

Saat melakukan patroli, dirinya bersama Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Batuporon, Letkol Laut (P) Imam Ibnu Hajar serta Kasatpol PP Bangkalan, Rudianto.

Patroli laut dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat nelayan yang disampaikan langsung kepada Arief di Pendapa Agung Bangkalan pada 24 Desember 2023 malam.

Patroli dilakukan mulai dari perairan Kota, Arosbaya, Klampis, hingga Tanjung Bumi dengan menggunakan kapal tugboat milik PT Adiluhung Saranasegara Indonesia.

“Kita melakukan operasi senyap, patroli laut untuk memantau sekaligus meredam agar jangan sampai para nelayan bertemu dan berkonflik di tengah laut. Karena sebelumnya, para nelayan Bangkalan bertekad untuk menggelar patroli sendiri dan kami melarang,” ungkap Arief usai gelar patroli laut, Kamis (28/12/2023) sore.

Sebagai orang nomor satu di Pemkab Bangkalan, Arief tidak hanya mengakomodir keluhan maupun masukan dari masyarakat di daratan namun juga menindaklanjuti keluhan masyarakat yang berpenghasilan dari kegiatan melaut.

Terlebih, Bangkalan merupakan salah satu kabupaten dengan wilayah dominan kawasan pesisir laut daripada daratan dan pegunungan.

Bahkan masyarakat nelayan dari Desa Tengket, Desa Lajing, dan Desa/Kecamatan Arosbaya dalam sepekan terakhir mengeluhkan pemakaian pukat harimau atau jaring trawl oleh perahu-perahu nelayan dari luar Bangkalan.

“Alhamdulillah bertemu dengan beberapa nelayan, tetapi yang merapat ke kami satu kapal nelayan dari Lamongan. Mereka beralasan bekerja mencari uang. Namun kami ingatkan agar tidak menggunakan jaring trawl karena ikan-ikan kecil dan terumbu karang terangkut semua, termasuk bubu (alat tangkap ikan tradisional) milik nelayan Bangkalan,” ungkap Arief.

Di tengah laut, Arief mengimbau para nelayan asal Lamongan itu mengatakan tidak melarang nelayan manapun untuk melaut mencari ikan sebagai upaya memenuhi nafkah keluarga namun harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami menghargai semua nelayan, namun jangan saling menyakiti, jangan sampai bubu-bubu terkena jaring trawl, kan tidak bisa begitu. Mencari nafkah harus sama-sama menghargai sesama pencari nafkah, hindari konflik antar nelayan, dan sesama nelayan jangan saling merugikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, di hari pertama Arief dan Imam hingga sore tidak kunjung menemukan satupun perahu nelayan di perairan Arosbaya, Klampis, hingga perairan Kecamatan Tanjung Bumi, Rabu (27/12/2023). (ang)

Exit mobile version