Berita

Ini Alasan Sentra IKM di Bangkalan Disebut Tak Jelas Manfaatnya

Tugu Sentra Industri Kecil Menengah (Ikm) Bangkalan Madura.
Tugu Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Bangkalan Madura.

BANGKALAN – Pembangunan sentra industri kecil menengah (IKM) di Bangkalan, Madura, disebut manfaat dan peruntukannya tidak jelas. Setiap hari IKM yang terletak di Desa Baengas Kecamatan Labang itu sepi pengunjung.

Sedikitnya Pemkab Bangkalan sudah mengalokasikan anggaran Rp10 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). Anehnya, meski bangunan IKM berdiri mentereng, produk lokal di Kabupaten Bangkalan tidak tertampung dengan baik.

Ketua Komisi B DPRD Bangkalan Asis mengatakan, pihaknya belum mengetahui pasti penyebab sepinya pengunjung. Padahal lokasi IKM sudah berada di akses umum.

“Salah satu faktor bisa jadi produk IKM tidak terakomodir semua. Khususnya produk khas Bangkalan Madura,” ucapnya, Selasa (23/10).

Meski demikian, dia berjanji akan memanggil dinas teknis untuk dimintai klarifikasi mengenai sepinya konsumen dan hambatan yang terjadi di lapangan.

“Anggaran yang sudah terpakai namun tidak jelas manfaatnya hanya membuang-buang anggaran,” tambahnya.

Menurut dia, pembangunan sentra IKM yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan merupakan mega proyek besar.

Terpisah, Kepala Disperinaker Bangkalan, Amina Rachmawati menyampaikan, pihaknya akan mengoptimalkan IKM yang telah dibangun demi ekonomi kerakyatan.

“Ini untuk meningkatkan daya saing industri kecil menengah di Bangkalan,” katanya.

IKM di Kabupaten Bangkalan saat ini berjumlah 46 kelompok yang terbagi dalam tiga golongan. Yakni golongan usaha kecil menengah sebanyak 15 IKM, golongan usaha menengah 9 IKM, dan sebanyak 22 IKM golongan usaha mikro atau rumah tangga. (Tia)

Exit mobile version