Opini

Tikungan Tajam Pilkada U(l)ang Sampang

Img-20180923-Wa0009
IMG-20180923-WA0009

Ini bicara teori kemungkinan, maka apapun bisa mungkin terjadi. Kalau di angka enam ratus ribuan atau tujuh ratus ribuan sih tidak ada masalah. Tidak perlu dibahas!. Jika delapan ratus ribuan ini yang masalah, bisa-bisa karena dari awal sudah yakin tidak valid dan tidak logis lalu ditolak lalu deadlock, pilkada Ulang tertunda lagi dech!.Menikungmu tajam ebbroow!

Tikungan Tajam Kedua, Pernah tahu rasanya, saat mau makan makanan paling lezat, sendok sudah dipegang, mulut sudah terbuka, siap-siap mengnuyah, lalu tiba-tiba datang orang lain marah-marah, menggebuk tangan yang lagi pegang sendok, hingga makanan tumpah, lalu piring makanannya pun dibanting. Kaget kan? Marah kan? ngamuk kan? Itu wajar dan manusiawi.

Lalu apa hubungannya dengan Pilkada? Begini, Pilkada Jilid I itu berkategori perang habis-habisan. Segala daya dan kekayaan sudah dihabiskan. Tentunya juga telah menghasilkan sang pemenang, siapa itu? kita sudah tahu. Bahkan sang pemenang sudah tasyakuran dimana-mana. Hingga datanglah putusan MK, memberi perintah digelarnya Pikada jilid II. Tentu akan perang lagi, cari amunisi lagi,siapkan pasukan lagi.

Bahkan pilkada ulang ini sudah seperti perang kemerdekaan yang bersemboyaan “Merdeka atau Mati”. Maka bagaimanapun caranya kemenangan yang sudah ditangan harus dipertahankan. Begitu pula, dengan yang lain, berperibahasa bahwa kekalahan kemarin adalah kemenangan tertunda, Mari bung rebut kembali!.

Itulah sebab, peperangan kali ini lebih panas dari yang sebelumnya. Jika nanti hasilnya berkata lain alias terbalik, yang menang di jilid I justru kalah di jilid II, apalagi berselisih tipis pula, kebayang gak apa yang terjadi?. Jika gak bisa bayangin jadilah peramal pemula.

Jika itu yang terjadi, setelah ditanyakan ke kerang ajaib sangat memungkinkan terjadi kemarahan yang luar biasa. Tentu sang pemenang Jilid I tidak akan terima juga , pasti akan melakukan aksi besar-besaran seperti aksi lempar jumroh di jilid I. Bahkan bisa jadi lebih besar dan lebih nekat. Ada kemungkinan sangat mengancam stabilitas keamaan dan melumpuhkan pemerintahan. Sampai dikeluarkannya Putusan untuk membatalkan hasil pilkada ulang.

Exit mobile version