tutup
ght="300">
Berita

Aliran Air Macet Belasan Hari, PDAM Pamekasan Diprotes Pelanggan

×

Aliran Air Macet Belasan Hari, PDAM Pamekasan Diprotes Pelanggan

Sebarkan artikel ini
Kantor Pdam Pamekasan
Kantor PDAM Pamekasan

PAMEKASAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan diprotes pelanggan yang merasa dirugikan dengan minimnya pelayanan dan pasokan air semenjak beberapa hari.

Aliran air perusahaan plat merah itu diduga macet sejak sekitar 15 hari secara beruntun, sementara pelanggan tetap harus membayar setiap bulan tanpa ada kompensasi dalam bentuk apapun.

Salah satu pelanggan PDAM Pamekasan Habib Zia Ul Haq melakukan protes karena aliran air di rumahnya sudah mati sejak belasan hari.

“Kemarin kami membawa aspirasi masyarakat Pamekasan, khususnya para pelanggan PDAM. Prinsipnya kami tidak butuh air di rumah kami mengalir, tapi yang kami butuhkan kinerja konkrit dari pihak PDAM,” ujarnya,, Rabu (16/8/2023).

Baca juga  Pejabat Pamekasan Tak Bisa Dimutasi, Kenapa?

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta agar sektor layanan PDAM benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara umum.

“Kami ingin aliran air PDAM kembali normal, kalau tidak kami akan lakukan petisi publik,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku sangat gerah dengan kinerja dan pelayanan PDAM Pamekasan, padahal merupakan perusahaan namun pengelolaannya tidak profesional.

“Ditambah lagi dengan adanya fakta sejumkah tangki air mendatangi sumber PDAM, dan mereka harus membayar untuk mengisi tangki air, ini jelas pungli (pungutan liar). Hal ini kami sampaikan bukan sekedar atas nama pribadi, tetapi juga sebagai pelanggan PDAM Pamekasan,” jelasnya.

Bahkan ia juga menyampaikan akan melakukan konsepsi hukum dengan melakukan somasi terhadap PDAM.

Baca juga  Harga Garam Anjlok, Ini Kata Petani di Pamekasan

“Nanti akan kami sampaikan surat terbuka, biar semua masyarakat khususnya pelanggan PDAM tahu. Jadi tidak boleh ada daerah yang dinaungi secara hukum, kemudian bermain-main,” ujarnya.

Habib Zia juga meminta PDAM tidak main-main khususnya terhadap oknum yang bermain nakal, agar berurusan dengan pihak kepolisian. (wan)