tutup
Berita

Berdayakan Warga Binaan, Rutan Kelas II Bangkalan Buat Kerajinan Tas Selempang dan Dompet Rajut

×

Berdayakan Warga Binaan, Rutan Kelas II Bangkalan Buat Kerajinan Tas Selempang dan Dompet Rajut

Sebarkan artikel ini
Warga Binaan Rumah Tahanan (Rutan) Bangkalan Saat Membuat Tas Selempang Dan Dompet Rajut
Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Bangkalan saat membuat tas selempang dan dompet rajut

BANGKALAN, Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Bangkalan berdayakan warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) wanita melalui inovasi pembuatan karya kerajinan tas selempang dan dompet rajut, Kamis (04/05/23).

Kepala Bidang pengelolaan dan pembina kegiatan kerajinan kreatif Rutan IIB Bangkalan, Nuke Triana mengatakan, kegiatan ini sudah berlangsung sejak 5 tahun silam, dan menjadi aktivitas rutin setiap hari.

Img 20240409 Wa0073 Berdayakan Warga Binaan, Rutan Kelas Ii Bangkalan Buat Kerajinan Tas Selempang Dan Dompet Rajut

Menurutnya, hasil penjualan tas dan dompet di peruntukkan upah napi pengerajin, biaya operasional dan uang kas. Ada 14 napi wanita di Rutan Bangkalan. Semuanya dilibatkan dalam kegiatan produksi kerajinan rajut tersebut.

“Hasil dari penjualan 50 persen untuk premi atau upah WBP yang dilibatkan, 15 persen kas negara, 35 persen modal dan operasional,” terang Nuke.

Dia juga menambahkan, barang kerajinan hasil buatan para napi wanita sebelumnya dipromosikan secara konvensional, dijual secara langsung. Konsumennya masih terbatas pada keluarga napi yang sedang berkunjung dan para pegawai rutan sendiri.

Kini, untuk menjangkau penjualan lebih luas produk para napi wanita ini dipromosikan lewat media sosial seperti instagram dan facebook. Tas dan dompet hasil produksi para napi wanita ini sekarang menyasar warganet atau netizen.

“Harga tas dan dompet rajut beragam, mulai 20 ribu hingga 50 ribu. Harga bergantung model, bahan, dan ukuran. Bahan yang dipakai untuk membuat tas dan dompet rajut menggunakan benang jenis polycherry dan polythick,” pungkasnya.

Baca juga  Sekian Tahun Menanti, Pembangunan Breakwater di Ketapang Sampang Akan Terealisasi Tahun Ini

Sementara itu, salah satu warga binaan Rutan Bangkalan, Farida mengaku bersyukur bisa membuat pengrajin selama berada di dalam rumah tahanan.

“Kami berharap setelah keluar dari rumah tahanan ini bisa membuka usaha sendiri. Dan tidak bergantung lagi pada penjualan narkoba. Karena saya ditahan karena kasus narkoba,” pungkasnya. (sam)