SAMPANG – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi kayaknya bakal serius banget bersih-bersih pejabat bawah kepemimpinannya. Setelah Direktur RSUD Sampang kena semprot pake sayap ayam, sekarang giliran Dinas Pendidikan Sampang.

Kali ini di Dinas Pendidikan Sampang H. Idi menyatakan bahwa kantor itu bukan kantor nenek moyangnya pegawai yang seenaknya ngantor. Soalnya H. Idi kelihatan kesel banget waktu lihat ada ruangan yang kosong melompong abis jam istirahat.

Ceritanya, abis jam istirahat kantor H. Idi dan H. Ab (Wakil Bupati Sampang) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Pendidikan Sampang. Selain sama wakilnya, H. Idi juga ngajak Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang Phutut Budi Santoso.

Sekitar jam setengah 2 siang, tiga orang itu beserta sejumlah rombongan lain sampe di kantor dinas itu. Nah pas masuk salah satu ruangan di kantor itu H. Idi dan H. Ab cuma ketemu sama beberapa orang doang. Setelah tanya-tanya pada ke mana penghuni ruangan itu H. Idi memerintahkan anak buahnya untuk nyatet nama-nama pegawai yang gak ada di tempatnya.

“Ke mana semua ini. Ada yang umroh. Sudah izin belum? Memang kantor nenek moyangnya apa ini?” kata H. Idi. Sambil nyuruh anak buahnya nyatet nama yang belum ngantor setelah jam istirahat itu, H. Idi bilang bahwa korupsi waktu juga mesti diperhatikan.

Abis nenek-nenek moyangin ruangan itu H. Idi, H. Ab keluar dan nyusuri lorong di dinas itu. Nah, pas ada ruangan Kabid Pembinaan SMP, H. Ab tertahan. Kemudian H. Idi mendekat dan lagi-lagi kayaknya ruangan itu kosong. Soalnya di ruangan yang di depannya tertulis Kabid Pembinaan SMP H. Budiono SH itu terkunci.

H. Ab berusaha membuka pintu ruangan itu tapi gagal. Kemungkinan ruang itu kosong ato penghuninya ngumpet di dalem. Mengunci diri dalam ruangan wkwkwkwk… “Ke mana ini kabidnya? Tulis ini namanya Budiono ini,” kata H. Idi. Mendapati pertanyaan itu, Sekda Phutut yang kelihatan bingung nanya-nanya ke pegawai di sana tapi gak ada yang bisa jawab.

Dengan pengalaman itu, mulai besok insya Allah para pegawai dan pejabat di Sampang gak bakal molor-molorin lagi waktu istirahatnya. Kecuali namanya pengin ditulis sama anak buahnya Pak Bupati. Kecuali juga, itu kantornya nenek moyangnya. (ano)

Berikan Komentar
0/5 (0 Reviews)
No more articles