tutup
Berita

Diguyur Hujan, Petani Garam di Sampang Mengalami Kerugian Hingga 50 Persen

×

Diguyur Hujan, Petani Garam di Sampang Mengalami Kerugian Hingga 50 Persen

Sebarkan artikel ini
Caption : Ilustrasi Petani Garam.
Caption : Ilustrasi Petani Garam.

SAMPANG – Cuaca alam yang tak menentu di Kabupaten Sampang beberapa hari yang lalu berdampak terhadap petani garam yang diprediksi akan mengalami kerugian.

Kerugian tersebut lantaran tambak garam yang sudah siap panen justru terkena huja sehingga menyebabkan garam kembali mencair.

Img 20240409 Wa0073 Diguyur Hujan, Petani Garam Di Sampang Mengalami Kerugian Hingga 50 Persen

Misnadi, salah satu petani garam di Desa Marparan Kecamatan Sreseh mengatakan bahwa turunnya hujan dini hari kemarin walaupun hanya sebentar namun sangat deras dan membuat garam di lahan produksinya menjadi tipis.

“Turunnya hujan kemarin mengguyur tambak petani di Kecamatan Sreseh jika dikalkulasikan secara keseluruhan, lahan garam mengalami kerugian ber ton-ton,” ungkapnya, Rabu 20/09/2023.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan bahwa pasca diguyur hujan produksi garam miliknya mengalami kerugian hingga 50 persen.

“Jika biasanya sekali panen mendapatkan 5 ton sekarang hanya mendapatkan 2,5 ton, 1 tonnya sebanyak 20 sak dengan ukuran 1 ton kilogram,” terangnya.

Di samping itu, petani harus menunggu waktu beberapa hari untuk memproduksi garam kembali sebab akibat guyuran hujan kadar air garam di lahan produksi menurun.

“Untuk proses pembuatan garam, air asin untuk menjadi garam minimal harus dijemur lima sampai 15 hari,” ucapnya.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Imam menyampaikan bahwa informasi dari BMKG aman terjadi hujan ringan yang melanda Sampang di tengah musim kemarau.

Faktor hujan disebabkan endapan air laut sehingga datang awan hitam yang menyebabkan hujan.

Baca juga  UTM Bakal Gelar UTBK, Catat Tanggalnya

“Iklim tropis dan cuaca kemarau seperti sekarang ini, memang pasti ada hujan meski di tengah-tengah musim kemarau,” pungkasnya. (amr)