PAMEKASAN – Memasuki puncak panen garam pada bulan November ini, beberapa petani di Kabupaten Pamekasan, Madura mengeluhkan harga yang semakin anjlok.

Salah satu petani garam asal Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Supatmo mengungkapkan, saat ini harga garam mulai menurun sekitar Rp 900 ribu per ton, padahal di awal musim panen bulan Juli lalu harganya mencapai Rp 1 juta 500 ribu per ton. Bahkan menurutnya, harga garam tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2017 lalu yang bisa menembus Rp 4 juta per ton.

Supatmo mengatakan, menurunnya harga garam saat ini kemungkinan karena hasil panen di sejumlah daerah yang melimpah, sehingga stok di perusahaan pembeli garam sudah terpenuhi.

“Kalau harga garam sekarang mulai menurun, asalnya Rp 1 juta 250 ribu, Rp 1 juta 350 ribu per ton sekarang sudah dibawah Rp 1 juta,” ucapnya, Minggu (18/11).

Baca Juga :

Petani garam lainnya, Samsul menuturkan kepada taberita.com, saat ini harga garam ada yang dihargai sekitar Rp 700 ribu sampai Rp 800 ribu per ton, dan hal itu dianggapnya merugikan para petani karena belum bisa menutupi biaya produksi dan ongkos para pekerja.

Dijelaskan, untuk mengelola tambak garamnya dibutuhkan sedikitnya 8 pekerja dengan ongkos yang dikeluarkan kurang lebih Rp 500 ribu per satu kali kerja, dimana dalam satu bulan mereka bekerja sebanyak 3 kali. “Kalau harganya dibawah Rp 1 juta per ton tidak dijual oleh petani,” ujarnya.

Samsul menambahkan, saat ini petani memilih untuk menimbun garamnya sembari menunggu harga kembali naik. (IP)

Berikan Komentar
No more articles