tutup
ght="300">
Berita

Kholilurrahman Bersinyal Kembali Maju Pilkada Pamekasan 2024 ?

×

Kholilurrahman Bersinyal Kembali Maju Pilkada Pamekasan 2024 ?

Sebarkan artikel ini
Mantan Anggota Dpr Ri Kholilurrahman.
Mantan Anggota DPR RI Kholilurrahman.

PAMEKASAN – Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) walaupun belum dimulai namun sejumlah tokoh di Pamekasan telah digadang-gadang akan maju dalam Pilkada 2024 mendatang.

Salah satunya yang sedang hangat diperbincangkan di tengah masyarakat yaitu Mantan Anggota DPR RI Periode 2014-20219 Dr. KH. Kholilurrahman.

Pengasuh Ponpes Matsaratul Huda Panempan Pamekasan masuk bursa Pemilihan Bupati Kabupaten Pamekasan pada Pilkada 2024 mendatang.

Kholilurrahman mengaku masih menunggu situasi dan perkembangan kedepan dan belum mempersiapkan langkahnya, walaupun permohonan dan harapan dari masyarakat sudah disampaikan kepadanya.

“Tapi persiapan belum saya lakukan, karena saya menunggu final dulu. Jadi melihat dulu kebulatan tekad masyarakat, termasuk kebulatan tekad para tokoh-tokoh. Karena terus terang, saya kok rasanya pantang meminta jabatan. Saya pantang meminta jabatan, sehingga dengan demikian saya hanya wait and see,” ungkapnya, Rabu (6/3/2024).

Menurutnya, kebulatan tekad masyarakat itu sudah bisa dilihat dan dirasakan, bahkan para tokoh-tokoh, baik itu tokoh pesantren kemudian tokoh perguruan tinggi dan juga tokoh penting lain seperti tokoh pengusaha juga mulai dirasakan.

“Ketika simpul-simpul dari beliau-beliau itu sudah bulat, baru kita akan membicarakan langkah-langkahnya bagaimana,” terang KH. Kholilurrohman.

Ia jug menanggapi adanya berbagai banner aspirasi dari masyarakat yang menginginkan dirinya maju Pilbup Pamekasan pada Pilkada 2024 bahwa telah ada sekitar tujuh tokoh mendatanginya dan menyampaikan, bahwa masyarakat sudah sangat antusias untuk membuat banner/baliho, yang tujuannya adalah mendorong dirinya untuk maju Pilkada 2024.

Baca juga  Skandal Permainan Rastra di Batumarmar Pamekasan

“Banner itu merupakan satu piranti dari beberapa yang harus dilalui namun bukan berarti yang tidak ada banner itu tidak dikehendaki masyarakat, sudah saya sampaikan pada mereka (tujuh tokoh) yang datang kesini (rumahnya) agar supaya masyarakat menahan dulu,” ujarnya.

Akan tetapi, ternyata setelah 10 hari pasca kedatangan tujuh tokoh tersebut, ia mendengar kabar bahwa di wilayah Pademawu ada yang membuat banner tentang dirinya.

Namun, ketika ditanya ke tokoh tersebut mereka mengatakan tidak mengetahui dan menganggap bahwa hal itu merupakan bagian dari aspirasi masyarakat.

“Silahkan kalau menyampaikan aspirasi, akan tetapi saya berhak untuk melakukan wait and see,” pungkasnya. (wan)