tutup
ght="300">
Berita

Klarifikasi Kasus Plagiasi Tesis Karya Hasani Utsman

×

Klarifikasi Kasus Plagiasi Tesis Karya Hasani Utsman

Sebarkan artikel ini
Hasani Utsman
Hasani Utsman saat di temui di kediamannya

SAMPANG- Penulis tesis berjudul Tengka: Etika Sosial dalam Masyarakat Tradisional Madura Hasani Utsman kedatangan dua mahasiswa dan satu dosen yang diduga melakukan plagiasi terhadap karyanya dalam Jurnal Mediasi Vol. 1. No. 2. Edisi bulan Desember tahun 2022 terbitan LP2M Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Ambon (Minggu, 15 Oktober 2023).

Rombongan ditemani beberapa dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, seperti Ibu Iswatun Hasanah dan Ibu Anna Aisa yang bertujuan melakukan klarifikasi. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Siti Mariyam selaku dosen Sosiologi Penyiaran Islam di IAIN Madura yang diduga terlibat melakukan plagiasi memberikan penjelasan.

“Saya dosen mata kuliah Sosiologi Penyiaran Islam yang memberikan edukasi kepada para mahasiswa dalam membuat artikel dan mempublikasikannya dalam sebuah jurnal. Para mahasiswa ada yang mencantumkan nama saya dan ada yang tidak mencantumkan nama saya. Mereka Khoirul Anwar dan Herman Efendi membuat artikel berjudul: Makna Tengka dalam Tradisi Masyarakat Madura yang ternyata sepenuhnya plagiasi. Aktivitas itu kemudian melibatkan nama saya, karena ternyata nama saya dicantumkan dalam publikasi tersebut. Plagiasi dari awal sampai akhir itu mustahil dilakukan oleh seorang dosen.” Terangnya. 

Baca juga  Santai Sejenak di Cafe Maksideh Sampang

Suasana klarifikasi sendiri tampak akrab dan santai karena Siti Mariyam dan Hasani Utsman ternyata satu angkatan di Program Magister Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dan belajar di program studi yang sama. Ketika dimintai tanggapan, Hasani Utsman berharap masalah ini cepat selesai, tidak berlarut-larut dan diselesaikan secara kekeluargaan. 

“Saya tidak suka mempermasalakan orang yang berbuat salah. Saya lebih senang mendoakan orang yang berbuat salah. Kasus ini masalahnya ada pada mahasiswa yang baru belajar menulis tapi memaksa membuat publikasi. Selain itu, masalahnya ada pada pengelola jurnal yang editornya tidak bekerja. Masak artikel plagiasi dari awal sampai akhir bisa mereka terbitkan?” Terangnya. 

Baca juga  Gaess.. Ayo Bikin KTP Sampang, Bentar Lagi Pemilu

Siti Mariyam secara khusus meminta maaf kepada Hasani Utsman atas ulah mahasiswanya dan atas semua kegaduhan belakangan ini. Permintaan yang kemudian ditanggapi oleh Hasani Utsman,  juga dengan adanya harapan.

“Saya berharap, pejabat di lingkungan IAIN Madura tidak memberikan sanksi apapun kepada pelaku plagiasi ini. Mereka masih muda dan akan terus berproses menjadi lebih baik. Saya menghadiahkan novel terbaru saya yang berjudul Melawan Kiai: Novel Santri dan Pesantren Madura kepada mereka agar menjadi lebih mengerti, bagaimana menulis yang memang memerlukan proses dan tidak bisa instan. Saya juga berharap pengelola Jurnal Mediasi di Ambon melakukan klarifikasi kepada publik.

Mana boleh artikel penuh plagiasi bisa mereka terbitkan. Kalau seperti itu keadaannya, dunia perguruan tinggi kita hanya akan diisi oleh keributan tentang plagiasi, bukan diisi dengan tradisi ilmu pengetahuan.” Tutupnya. (gn)