PAMEKASAN – Sekitar dua bulan yang lalu, Bupati Pamekasan Badrut Taman dan Wakil Bupati Raje’e dengan bangga mengirab penghargaan Adipura. Tapi nyatanya, gak lama setelah itu pengamen jadi banyak.

Mungkin di Pamekasan itu memang banyak pengamennya. Cuma pas waktu penilaian Adipura mereka berganti profesi jadi musisi profesional. Setelah penilaian Adipura selese, mereka balik lagi jadi pengamen #Tuman.. wkwkwkw..

Saking banyaknya jumlah pengamen, Kepala Disnakertrans Pamekasan, Arif Handayani bakal turun tangan. Menurut dia, sebagai Kota Adipura, Pamekasan harus mencari solusi untuk ngatasin pengamen jalanan.

“Kalau Pamekasan memang kota Adipura, seharusnya Pemkab Pamekasan segera mencari solusi bagaimana caranya supaya para pengamen jalanan yang mulai banyak berkeliaran di simpang empat lampu merah tersebut tidak meresahkan pengguna jalan yang ingin melintas,” kata Arif Handayani.

Arif Handayani mengaku udah punya  solusi untuk mencegah pengamen makin banyak. Dia nyaranin ada pemasangan papan pengumuman supaya masyarakat gak ngasih duit ke pengamen. Lah, ngasih sepeda motor boleh dong Pak ??

Taberita.com Usulin Tambah Lapangan Kerja Pamekasan

“Kasih tulisan ‘Dimohon kepada pengguna jalan untuk tidak memberi uang kepada pengamen’. Kan kalau ada tulisan seperti itu enak. Jadi pengamen tidak mungkin lagi berkeliaran dan mengamen di simpang empat lampu merah,” ujarnya.

Kata doi, papan pengumuman dan imbauan kayak gitu udah diterapin di beberapa kota. Contohnya di Sampang, Pasuruan, dan sebagainya.

Sekarang Taberita.com mau menyarankan solusi juga nih Pak. Boleh kan Pak..

Untuk mengurangi pengamen, bikin lapangan pekerjaan aja Pak. Udah gitu aja saran saya Pak. (ve)

Source: madura.tribunnews.com

Berikan Komentar
0/5 (0 Reviews)
No more articles