Pembangunan Tambatan Perahu di Bangkalan Terindikasi Tanpa Amdal

256
IMG 20181002 WA0300
IMG 20181002 WA0300

BANGKALAN-Pembangunan tambatan perahu di perbatasan Desa Batah Barat dan Karang Anyar, Kecamatan Kwanyar,Bangkalan Madura, Jawa Timur, menimbulkan polemik tidak sehat. Meski berdiri bertahun-tahun namun ada sebagian masyarakat memprotes berdirinya tambatan tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Bangkalan Suyitno menyampaikan, Selasa (2/10/2018), setiap pembangunan fisik berupa tambatan perahu sangat penting dilakukan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). “Tujuannya untuk memastikan dalam jangka panjang pembangunan tersebut tidak bermasalah,” ujar Suyitno.

Ketika bangunan tidak bermasalah, lanjut Suyitno, maka akan dinilai berhasil dan tepat sasaran. Begitu sebaliknya ketika amdal tidak dilaksanakan, khawatir timbul polemik baru. Seperti dampak tercemarnya lingkungan laut. Dari itu, dia berencana akan memanggil pihak terkait mengenai kondisi tercemarnya lingkungan laut akibat berdirinya tambatan itu.

Camat Kwanyar Iwan Setiawan merespon masalah pencemaran sampah laut akibat tambatan. Namun pihaknya tidak bisa memflasback asal muasal berdirinya tambatan. “Ada dua kemungkinan pembangunan tambatan dibangun. Antara tugas pemprov dan pemkab,” ucapnya.

Meski demikian, dia sudah menjalin koordinasi dengan sejumlah pihak. Terutama dengan tokoh masyarakat, kepala desa, dan petinggi desa lainnya. Tujuannya untuk menyikapi problematika cemarnya sampah di lingkungan laut. (Tia)

Berikan Komentar
0/5 (0 Reviews)