Pemkab Bangkalan Fokus Atas Penyebab Utama Jomblo: Kemiskinan

28
Pemkab Bangkalan
Jomblo memang bukan kutukan, makanya Pemkab Bangkalan berupaya mengentaskan penyebab utama kejombloan. (Gambar youtube.com)

BANGKALAN – Berdasarkan data Taberita.com yang sepertinya diperhatikan Pemkab Bangkalan, jomblo di kabupaten paling barat Madura terus mengalami penurunan. Sebagian mungkin sudah eksodus ke Surabaya ato daerah lainnya.

Buktinya, saat pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sama sekali gak bahas pengentasan jomblo. Kegiatan yang digelar Rabu, 20 Maret 2019 itu lebih banyak membahas kemiskinan dan sektor lainnya.

Itu berarti, angka jomblo di Bangkalan udah gak mengkhawatirkan lagi. Sekarang yang membutuhkan perhatian justru angka kemiskinan. Sementara kemiskinan adalah penyebab utama meningkatnya jumlah jomblo di dunia fana ini.

“Kemiskinan di Bangkalan masih di angka 19 persen,” kata Wakil Bupati Bangkalan, Mohni usai menghadiri Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2020.

Mohni mengakui kalo mengentaskan kemiskinan gak gampang gaess. Soalnya kemiskinan itu banyak variabelnya alias penyebabnya. Antara lain kualitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan perumahan layak huni. Ibarat kata, kalo kalian bego dipastikan masa depan kalian akan jadi misqueen.

Untuk itulah Pemkab Bangkalan akan fokus memerangi kemiskinan. Karena kalo warga dibiarkan miskin, warga Bangkalan bisa punah karena gak bisa berkembang biak. Gak berani pacaran apalagi nikah karena misqueen itu tadi.

Soal Musrenbang Bangkalan yang digelar itu, Kepala Bappeda  Bangkalan, Mohammad Fahri bilang, kegiatan itu dilaksanain buat  menggali isu-isu strategis pembangunan daerah, dalam rangka mencapai kesejahteraan rakyat. Bukan gali lubang dan tutup lubang kayak utang.

Dari penggalian itu Fahri sampein, “Ada lima program yang diprioritaskan pemerintah daerah. Mulai dari kemiskinan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga rumah layak huni.” (dee)

Source: m.timesindonesia.co.id

Berikan Komentar
5/5 (1 Review)