tutup
Berita

Polisi Beberkan Kronologi dan Motif Carok Tanjung Bumi

×

Polisi Beberkan Kronologi dan Motif Carok Tanjung Bumi

Sebarkan artikel ini
Korban Saat Dievakuasi Ke Rsud Bangkalan.
Korban saat dievakuasi ke RSUD Bangkalan.

BANGKALAN – Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan membeberkan motif dan kronogi peristiwa carok maut berdarah yang menewaskan 4 orang di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan.

Tak hanya itu, Polisi juga membeberkan identitas empat korban dan dua pelaku dalam peristiwa maut itu yakni inisial MR dan NJ, MT warga Desa Larangan Timur, Kecamatan Tanjung Bumi serta H warga Desa Bumi Anyar, jenazahnya sudah dimakamkan.

Img 20240409 Wa0073 Polisi Beberkan Kronologi Dan Motif Carok Tanjung Bumi

Sementara kedua pelaku yakni berinisial HB (40) dan adiknya MN (35), warga Desa Bumi Anyar kini jadi tersangka dan ditahan polisi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan AKP Heru Cahyo Seputro menjelaskan bahwa peristiwa itu dipicu oleh teguran pelaku karena korban mengendarai motor secara ugal-ugalan.

Menurutnya, peristiwa terjadi menjelang maghrib saat itu HB sedang nongkrong sendirian di sebuah pos ronda tak jauh dari tempat tinggalnya kemudian hendak berangkat menghadiri acara tahlilan.

“Waktu itu datanglah dari selatan kedua korban yakni inisial MT bersama MR mengendarai motor berboncengan dengan kencang otomatis ditegurlah oleh pelaku HB,” ujarnya, Sabtu (13/1/2024).

Usai ditegur, MR yang membonceng MT seketika menghentikan kendaraannya dan menghampiri HB sambil membentak karena tak terima ditegur.

Kemudian terjadilah cekcok mulut diantara keduanya saat bersitegan dan MT tiba-tiba memukul wajah HB dengan keras, sedangkan MR memegangi tubuh HB sehingga tidak bisa membalas pukulan.

Baca juga  Ketahui Tingkat Kekuatan Gempa Bumi dan Dampaknya

Setelah itu, HB lalu pulang meninggalkan lokasi, namun sebelum beranjak, HB mengingatkan kedua korban agar tidak melarikan diri karena bakal kembali lagi untuk mengajaknya berduel.

“Sambil bilang, tunggu disini, HB lalu pulang dan berpapasan dengan mengajak adiknya untuk datang ke lokasi sembari membawa clurit,” tutur Heru

Begitu tiba di lokasi, tempat dimana HB sebelumnya dihajar korban. MT dan MR rupanya sudah bersama temannya yang lain, yakni NJ dan H.

Meski kalah jumlah, HB tak gentar sebab ia sudah membekali diri dengan sebilah celurit dan tanpa basa basi, HB langsung menyerang MT dan MR secara membabi buta. Begitu juga dengan MN, adik HB, juga tak kalah nekat, ia ikut menyerang NJ dan H menggunakan celurit.

“Terjadilah duel carok dua lawan empat itu,” lanjutnya.

MT, MR, NJ dan H akhirnya tumbang, tewas dengan luka bacok di sekujur tubuhnya.

Sebelum dimakamkan, empat jasad korban lebih dulu menjalani pemeriksaan forensik di Rumah Sakit Syarifah Ambami Rato Ebu, Kabupaten Bangkalan.

Sedangkan kedua pelaku diamankan petugas Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bangkalan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara lokasi kejadian juga telah dipasangi garis polisi demi kepentingan penyidikan petugas kepolisian. (ang)