Sinyal Lemah, Meski Tower Pemancar Banyak Dibangun di Sumenep

385
IMG-20180913-WA0097
IMG-20180913-WA0097

SUMENEP – Pembangunan tower pemancar sinyal selular di Kabupaten Sumenep belum mampu membuat jaringan telekomunikasi berjalan dengan baik. Buktinya jaringan sinyal di sekitar pembangunan tower banyak yang lemah. Pemkab mencatat ada tiga wilayah yang hingga saat ini sinyalnya sering mengalami gangguan, diantaranya, di Kecamatan Batu Putih, Gapura, dan Pasongsongan.

Staf Bidang Statistik Diskominfo Sumenep Mohammad Badri Zamzam menyampaikan, Kamis (13/9/2018), penyebab lemahnya jaringan selular tersebut diakibatkan beberapa faktor. Misalnya, pihak provider enggan memantau secara rutin siklus voltase kekuatan sinyal tower, pesatnya pemakai alat telekomunikasi sehingga harus menambah kuota kekuatan jaringan, dan akibat faktor cuaca.

Menurut Badri, belakangan ini pemerintah semakin jemu dengan keberadaan tower milik para operator seluler yang kian menjamur di berbagai pelosok wilayah. Apalagi hingga saat ini pembangunan menara telekomunikasi di daerah-daerah masih terus dilaksanakan. “Pesatnya pembangunan menara ini tentunya tidak terlepas dari keterlibatan pemerintah daerah,” kata Badri.

Soal pemberian izin mendirikan bangunan menara, pihaknya berharap operator pemilik tower hendaknya mengurungkan pengurusan izinnya. Walaupun pada kenyataannya menara telekomunikasi ini sangat dibutuhkan serta membantu masyarakat, tetapi pemerintah memiliki persepsi dan kebijakan tersendiri.

Menurut aktivis lingkungan, Faiz Abdurrahman, berdirinya bangunan menara telekomunikasi dianggap sebagai sebuah kesempatan untuk memperoleh keuntungan pribadi oleh oknum-oknum pejabat tertentu dengan dalih kebijakan.

Faiz keberatan jika cara ini dilakukan oleh pejabat birokrasi Sumenep. “Tidak etis kalau ini dilakukan di Sumenep. Semoga izin berdirinya bangunan tower ini sudah lengkap semua tanpa diintervensi oleh oknum-oknum pejabat,” tegasnya. (Tia)

Berikan Komentar
0/5 (0 Reviews)