tutup
Berita

Sumur Bor Warga Pamekasan Semburkan Api Setinggi 15 Meter

×

Sumur Bor Warga Pamekasan Semburkan Api Setinggi 15 Meter

Sebarkan artikel ini
Kondisi Api Yang Berkobar Di Sumur Bor Milik Salah Satu Warga Pamekasan.
Kondisi api yang berkobar di sumur bor milik salah satu warga Pamekasan.

PAMEKASAN – Kejadian aneh menggemparkan warga Dusun Kadur Barat, Desa Kadur, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan dengan munculnya api ketinggian sekitar 15 meter, Kamis (11/1/2024).

Semburan api tersebut sempat menyemburkan air dan gas di sumur bor milik Junaidi salah satu warga setempat.

Img 20240409 Wa0073 Sumur Bor Warga Pamekasan Semburkan Api Setinggi 15 Meter

Sontak, peristiwa tersebut memancing rasa penasaran warga sehingga mereka berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan semburan api.

Salah satu warga Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Ilham mengaku datang bersama teman-temannya ke lokasi untuk melihat langsung fenomena itu.

“Mengerikan sekali melihat besarnya kobaran api. Radius panasnya sampai 100 meter. Kami tidak berani mendekat,” ungkapnya.

Sementar itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Akh. Dhofir Rosidi menduga, semburan api muncul usai ada warga yang menyulut sumur bor tersebut dengan korek api. 

“Kata warga, pemilik lahan yang menyulut sumur bor itu sehingga berubah menjadi kobaran api,” terang Dofir.

Kobaran api tersebut sempat membakar beberapa pohon di dekat lokasi sehungga BPBD Pamekasan mengerahkan empat kendaraan pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

“Sudah kami coba padamkan dengan menyemprot lubang sumur dengan air, namun api belum padam,” ujar Dhofir.

Kepala Kepolisian Resor Pamekasan, Ajun Komisaris Besar Polisi Jazuli Dani Iriawan mengatakan, sumur bor itu sebelumnya sudah diberi garis polisi agar tidak ada warga yang mengganggu.

Baca juga  Gempa Bumi Guncang Timur Laut Tuban, Getaran Terasa di Pulau Madura

“Pipa sumur itu awalnya dibuat tegak agar semburan gasnya ke atas dan aman dari jangkauan orang. Namun pipa itu diubah ke samping oleh pemilik lahan, kemudian dipantik dengan api sehingga berubah jadi kobaran api ke samping,” ujar Dani. 

Selama belum bisa dipadamkan, Dani telah memasang garis polisi tambahan yang jaraknya lebih lebar. Warga hanya menyaksikan dari jauh. 

“Kami masih menunggu BPBD untuk memadamkan api dan mengembalikan pipa ke posisi semula agar tegak,” ungkapnya. (wan)