tutup
Berita

Taberita.com, Media Pertama dengan Gagasan Ramah Keluarga dan Partisipasi Publik

×

Taberita.com, Media Pertama dengan Gagasan Ramah Keluarga dan Partisipasi Publik

Sebarkan artikel ini
Img 20181009 Wa0011 1
IMG 20181009 WA0011 1

Senin, 8 Oktober 2018 menjadi hari bersejarah bagi lahirnya media online www.taberita.com. Media dengan tagline “Benar-Benar Berita” ini di-launching dengan mengundang sejumlah pejabat pemerintahan, anggota parlemen, LSM, pemuda, mahasiswa dan masyarakat umum untuk berdiskusi.

Digelar di warung kopi Maksideh di Sampang, launching diadakan dengan konsep “Kopdar dan Diskusi bertema Dimensi Sosial Evolusi Jurnalistik”. Acara itu dihadiri oleh Pj. Bupati Sampang Jonathan Judianto, Ketua PCNU Sampang KH. Itqon Bushiri, Sekdakab Sampang Phutut Budi Santoso, Ketua AJI Surabaya Miftah Faridl dan para aktivis serta awak media lain di Sampang.

Img 20240409 Wa0073 Taberita.com, Media Pertama Dengan Gagasan Ramah Keluarga Dan Partisipasi Publik

Saat menjadi narasumber diskusi, Jonathan Judianto mengungkapkan harapannya pada taberita.com untuk jadi media yang bisa mendekatkan pemerintah pada masyarakat dan sebaliknya. “Saya sangat bangga bisa hadir di acara ini karena ini sepertinya media pertama yang mengusung gagasan ramah keluarga dan membuka partisipasi publik yang sangat luas,” ujarnya.

Menurut Pak Jo (sapaannya), diskusi publik yang digelar taberita.com akan menjadi pondasi yang baik dalam peluncurannya. Dengan diskusi akan banyak masukan dan harapan yang disampaikan untuk membentuk media yang diinginkan masyarakat. “Saya yakin dengan digerakkan oleh orang-orang kredibel di bidang kemediaan dan diperkuat berbagai masukan masyarakat media taberita.com ini akan besar. Nama media ini sangat mewakili Madura, tapi besar kesempatannya untuk besar dan menasional jika mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat di era digital ini,” tuturnya.

Baca juga  Pakde Minta Bupati Sampang Cepet Koordinasi sama DPRD

Masih dalam diskusi, Ketua AJI Surabaya Miftah Faridl menyampaikan taberita.com harus mampu menciptakan ring sendiri sebagai media baru di tengah banyaknya media online. ” Makin ke belakang media semakin tematik dan membuat tema-tema untuk mendapatkan loyalis pembacanya. Kalau taberita.com mampu melakukan itu, saya yakin akan terus berkembang,” katanya.

Sementara itu, Ketua PCNU Sampang KH Itqon Bushiri mengingatkan tentang bahaya berita hoax dan perilaku masyarakat yang suka nyinyir pada hal-hal yang ditemuinya di media massa dan media sosial. “Jika kita kembali ke Alquran, ada kisah tentang hoax tentang kematian Nabi Yusuf kepada Nabi Ya’kub, ayahnya. Hoax yang disampaikan dengan bukti kematian baju Nabi Yusuf yang berlumuran darah,” terangnya.

Nabi Ya’kub, sambungnya, yang mendapatkan bukti hoax itu hanya diam saja dan pasrah pada Allah. Hingga akhirnya bertahun-tahun lamanya bertemu kembali dengan putra kesayangannya yang sudah dewasa. “Kisah itu seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi kita bahwa kebenaran pada akhirnya akan terungkap. Kita ada baiknya dapat menahan diri untuk tidak melakukan hal negatif seperti nyinyir dan sebagainya. Sebab kelak di akhirat perilaku itu pun harus dipertanggungjawabkan oleh kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama taberita.com Nur Rahmad Ahirullah, menyatakan akan mengelola media tersebut dengan menjadikan etika jurnalistik sebagai pedoman wajib para jurnalisnya. “Dan yang penting lagi dalam evolusi media hibgga saat ini, taberita.com diharapkan bisa menjadi media pemersatu, edukasi, rekreasi dan informatif,” tegasnya.

Baca juga  Anggaran Pokir Dewan di Bangkalan Difokuskan ke Perbaikan Jalan

Dia berharap dengan pola komunikasi, diskusi dan membuka partisipasi publik seluas-luasnya, taberita.com bisa ikut membangun Madura khususnya dan Indonesia. “Kami ingin menyatu dengan masyarakat sebagai bagian dari keluarga. Dalam keluarga tidak boleh ada dusta, hoax dan antikritik,” tandasnya.

Diskusi berlangsung gayeng mulai pukul 20.00 hingga 23.00. Banyak pertanyaan dan masukan dari hadirin untuk taberita.com dan para narasumber. Diskusi serupa diharapkan sering dilakukan sebagai bagian dari proses tabayyun dengan isu-isu terkini. (mad)