Wonder Women Kades Banyuates, Ekspose Desanya dengan Website

14
Kepala Desa Banyuates Nurul Hasanah
Kepala desa atau Kades Banyuates, Kecamatan Banyuates ini bernama Nurul Hasanah background website desanya Foto Taberita.com

SAMPANG – Kepala desa atau Kades Banyuates, Kecamatan Banyuates ini bernama Nurul Hasanah. Dia adalah bukti bahwa pemimpin perempuan itu smart. Menggunakan website desa, dia berupaya mempublikasikan desanya.

Website Desa Banyuates ini beda dengan website pemerintah pada umumnya. Domainnya pakai dot com. Seperti Taberita.com sampaikan sebelumnya, domain dot com itu adalah domain yang paling tinggi lalu lintasnya di dunia internet.

Dengan alamat banyuates.com, website desa ini memuat lima kategori pada menu berandanya. Terus di bawah sendiri ada gambar empat anak muda yang tampaknya adalah pengelola website desa itu.

Usaha desa ini mengekspose potensi lokal dan kegiatannya sudah bagus. Tapi andai kata ada peningkatan kapasitas para pengelola, pasti akan lebih sip lagi tuh banyuates.com.

“Kalau melihat kontennya, website desa banyuates.com ini sudah berusia lebih dari satu tahun. Masih perlu pembenahan dan peningkatan keterampilan pengelolanya,

” kata Gunawan, Direktur sekaligus Super Admin Taberita.com.

Gunawan bilang sangat berharap bisa berkomunikasi dan bertemu dengan para pengelola banyuates.com itu. “Kalo ketemu enak nanti. Saya dan tim di Taberita.com bisa beri masukan dan kami sangat siap menjadi partner di bidang media dan IT-nya,” tegas Gunawan.

Memang nih gaess, Taberita.com perhatian banget sama desa atau lembaga apapun yang pengin eksis di internet. Sudah berkali-kali diberitakan bahwa Taberita.com menyediakan diri untuk membantu desa atau lembaga lainnya membenahi websitenya supaya lebih keren dan gaul.

Makanya, kalo kalian punya website atau pengin punya website Taberita.com akan bantu sampe ke urusan desain dan cara ngisi websitenya supaya menarik. Cita-cita Taberita.com pengen seluruh Madura ini kenal internet. Sehingga bisa mengenalkan potensi ke seluruh dunia gaess.

Cita-cita itu mungkin muluk-muluk kalo disampein pada tahun 1944. Saat Indonesia belum merdeka dan gak ada internet. Kalo sekarang cita-cita “Madura Total Digital” insya Allah pasti tercapai gaess, aamiin. (ano)

Berikan Komentar
0/5 (0 Reviews)