Aplikasi Terbaru yang Wajib Dimiliki Milenial di Madura

6
Muhammad Hasan, salah satu tim utama pembuat aplikasi “Pantau Bersama” asli Sumenep – Madura. (Foto Taberita.com)

Sementara itu, Agnes Santoso menyatakan aplikasi “Pantau Bersama” ini adalah alat yang baik untuk mendekatkan politisi dengan rakyat. Terutama pada kalangan generasi muda dan milenial.

“Dalam politik anak-anak muda kita ini pasif tapi agresif. Mereka seolah-olah antipolitik, tapi di internet mereka sangat agresif. Aplikasi ini akan sangat bermanfaat untuk mendidik masyarakat agar tidak pokok’e aku seneng iki, aku pilih iki. Tapi lebih rasional, aku pilih iki karena programe iki,” kata Agnes.

Di akhir, Suko Widodo menyimpulkan bahwa aplikasi “Pantau Bersama” wajib dimanfaatkan seluruh masyarakat Indonesia. “Selama ini kan politisi itu: jauh di mata dekat di baliho. Mudah-mudahan kita bisa mengenalkan aplikasi ke seluruh Indonesia. Madura, Papua, Kalimantan, Sumatera pokoknya se Indonesia,” ujarnya.

Yang bikin bangga ni gaess.. salah satu tim teknis pembuatan aplikasi itu berasal dari Madura. Namanya, Muhammad Hasan asli Sumenep. “Saat Mas Sabrang menyampaikan idenya, diskusi berlanjut. Dan kami sama-sama sadar bahwa algoritma internet menimbulkan mobokrasi. Mobokrasi adalah penyakit berbahaya bagi demokrasi. Maka kesimpulannya aplikasi ini harus dibuat untuk kebaikan politik dan demokrasi kita,” jelasnya. (dee)

Klik Selanjut ← →

Berikan Komentar
0/5 (0 Reviews)