BANGKALAN – Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan adalah salah satu daerah yang kaya potensi jagung. Nah, di situ gaess kalo lagi musim panen, jagung Tragah melimpah banget.

Di tengah keberlimpahan jagung yang harganya sering anjlok saat panen itu, Moh. Dahri berkreasi. Dia mencoba mengolah jagung Tragah jadi bahan kripik buat camilan. Karena kesungguhannya Dahri sudah mengenalkan dan menjual produk kripik jagungnya ke Bupati Bangkalan sampai Presiden Jokowi saat ke Bangkalan.

Makanya gak heran kalo akhirnya Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja ato Disperinaker Bangkalan akhirnya menggandeng Dahri untuk berpraktek mengolah jagung Tragah. Kripik jagung ‘Tatochis’ (Tragah Tortilla Chips) produksi Dahri dinilai mampu meningkatkan nilai tambah pada jagung yang melimpah saat panen di Tragah.

Jagung Tragah

Nih suasana acara sosialisasi dan praktek pengolahan jagung di Tragah. (Foto Moh. Dahri)

“Saya seneng banget bisa berbagi ilmu dengan masyarakat Tragah. Semoga ke depan bisa menjadi mitra produksi karena permintaan kripik jagung sangat besar mulai dari reseller, pelanggan toko, kantin kampus, pondok pesantren dan warung kopi untuk di Bangkalan,” kata Dahri, Selasa 12 Marert 2019. Permintaan bahkan sudah datang dari Malaysia.

Mewakili Disperinaker Bangkalan, Zakiyah yang memimpin praktek pembuatan kripik jagung mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya sosialisasi dan praktek bareng pengolahan jagung Tragah itu.

Menurut dia, jagung Tragah adalah potensi yang melimpah dan harus diolah. “Supaya bernilai jual lebih tinggi dan membantu perekonomian masyarakat Tragah. Kami akan membantu jika masyarakat memerlukan bimbingan mulai dari perizinan hingga pemasarannya,” pungkasnya.

Mudah-mudahan pemuda seperti Dahri itu terus bertambah ya gaess. Dan pemerintah memberi perhatian serius supaya anak muda seperti Dahri bisa terus mengembangkan usaha yang bahan dasarnya dari desanya sendiri. (dee)

Berikan Komentar
0/5 (0 Reviews)
No more articles