Nasi Taoge, Kuliner Khas Dempo yang Jarang Ditemui di Daerah Lain

IMG 20181123 WA0027
IMG 20181123 WA0027

PAMEKASAN – Nasi taoge atau kecambah, warga Dempo menyebutnya “Nase’ Cambe”. Nasi ini diresep menggunakan kecambah, ampas kelapa, kacang bacang, dan bayam.

Makanan ini jarang ditemui di daerah lain. Setiap hari pasaran, nasi taoge hanya ada di dua pasar, di Kecamatan Pasean yakni Pasar Keles Dempo Barat, dan Pasar Togur Dempo Timur.

Kuliner ini hanya dijual oleh tiga orang. Diantaranya, Ibu Sati, Ibu Nia, dan Ibu Yatik. Belum diketahui jelas asal muasal lahirnya nasi taoge.

Namun berdasarkan pengakuan Ibu Sati, makanan itu sudah lama dijual di pasaran. Seperti Pasar Keles dan Togur. Sampai saat ini pihaknya belum menemukan ada penjual lain di pasar selain di dua pasar tersebut.

“Sudah lama nasi ini saya jual, sudah puluhan tahun,” kata Ibu Sati ditemui taberita.com di lokasi tempat dia berjualan di pasar togur, Jumat (23/11).

Dulu, ungkap Ibu Sati, nasi taoge dinikmati para leluhur di lingkungannya. Dia mengetahui sejak dirinya masih usia muda. Bahkan makanan itu hanya disajikan pada acara tahlilan.

Meski jarang ditemui di daerah lain, nasi taoge ternyata banyak diminati masyarakat. Seperti yang disampaikan Masraji, warga penikmat nasi taoge. Dia menuturkan dirinya kepincut dengan makanan yang diklaim menjadi khas kuliner warga dempo itu.

“Nasi taoge hanya ada di dempo. Di luar daerah nasi taoge tidak dijual. Jadi rasanya sangat lezat dan nikmat,” kata Masraji menjelaskan.

Karena itu, beber Masraji, sangat rugi jika warga luar yang tiba ke Dempo tidak mencicipi nasi taoge. “Yang bikin masyarakat ketagihan nasi taoge itu resep dan racikannya,” katanya. (tia)

Berikan Komentar

Vote Artikel Ini

0 0