tutup
ght="300">
Pijar

Politik Bhindara

×

Politik Bhindara

Sebarkan artikel ini
Politik-Bhindara
POLITIK-BHINDARA

Netralitas politik Bhindara tidak identik dengan sikap tak peduli dengan urusan politik. Passif pun tidak. Yakin pada kebijakan politik sangat berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan bangsanya, Bhindara selalu aktif mengikuti perkembangan politik di negerinya. Bahkan bukan cukup “mengikuti”, tapi ikut serta pula mempengaruhi kebijakan itu dan memberi sumbangan pemikiran baik dalam bentuk konsep yang utuh, lobi maupun sekedar usul konstruktif. Lewat mana? Bukankah Bhindara tak punya kendaraan politik?

Siapa bilang Bhindara tak punya kendaraan. Kalau satu tidak punya, kalau banyak kendaraan punya. Tokoh-tokoh parpol pusat hingga daerah selalu datang bershilaturrahim ke gubukBhindara. Santrinya yang sudah puluhan ribu menyebar di Republik ini  banyak juga yang menjabat jabatan-jabatan penting di pemerintahan, pers, akademik dan dunia politik. Belum lagi teman Bhindara yang tak terhitung jumlahnya. Semua itu nilainya bagi Bhindara lebih dari sekedar satu kendaraan politik  Kesempatannya pun tidak sekedar  pada rapat-resmi.

Bhindara bukan hanya punya banyak kendaraan, tapi juga punya banyak jalur jalan untuk menyampaikan aspirasi dan pikirannya. Dari shilaturrahim, lobi, pertemuan informal, pertemua  formal hingga  institusi-institusi kekuasaan yang resmi. Sakin besarnya potensi itu, ada juga yang menyarankan untuk mendirikan partai politik sendiri. Namun, “Terima kasih atas sarannya”, jawab   Bhindara  untuk menolak dengan sopan. Mengapa menolak?

“Aku ini berjuang di dunia pendidikan dan dakwah. Dunia ini memiliki kepentingan seumur hidup manusia. Tidak musiman. Dan karena itu tidak bisa diintervensi dengan kepentingan-kepentingan sesaat yang bersifat temporal. Lagi pula dua dunia itu bergerak mencari teman, mendamaikan yang bersenketa, bukan mencari musuh. Sekali masuk dalam kotak politik tertentu, berarti harus siap bersaing dengan kotak-kotak yang lain. Pendidikan dan dakwah itu dunia pembebasan dari kebodohan, kemunafikan, kemiskinan, kemungkaran, ekstremitas dan kekufuran. Sekali Bhindara masuk dalam satu kotak partai politik itu artinya  sama dengan masuk ke dalam dunia pembelengguan, atau paling tidak masuk pada ikatan tali kepentiongan sesaat, kepentinan golongan tertentu, dan kepentingan-kepentingan lain yang bersifat terbatas ”

Syarqawi-Dhofir
Pijar

Di negara-negara yang menggunakan hukum positif, advokasi (pembelaan)…