tutup
ght="300">
Berita

Tuntut Bertanggung Jawab, Kantor Cabang BRI Sampang Didemo Warga Gunung Rancak

×

Tuntut Bertanggung Jawab, Kantor Cabang BRI Sampang Didemo Warga Gunung Rancak

Sebarkan artikel ini
Warga Desa Gunung Rancak Saat Melakukan Aksi Demonstrasi Di Depan Kantor Cabang Bri Sampang.
Warga Desa Gunung Rancak saat melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Cabang BRI Sampang.

SAMPANG – Giliran Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sampang didemo oleh ratusaj masyarakat Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal Sampang, Senin (4/11/2023).

Demo tersebut merupakan bentuk protes setelah sebelumnya ratusan massa tersebut mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri setempat.

Mereka diduga tidak puas terhadap proses hukum menimpa bendahara dan kepala desanya, yang saat ini menjalani perkara dugaan kasus penyalahgunaan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahun anggaran 2020.

Kasus tersebut dilaporkan oleh 3 orang pelapor yang ketiganya merupakan mantan tim sukses (timses) Cakades rival dari terlapor di tahun 2022 saat Kades Gunung Rancak Mohammad Juhar menjabat.

Laporan tersebut diproses oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, hingga akhirnya pada Rabu (28/11/2023) kemarin, pihak Kejaksaan menetapkan tersangka terhadap inisial S selaku bendahara desa.

Baca juga  Dorong Peningkatan Indeks SPBE, 112 Pegawai Pemkab Sampang Ikuti Pelatihan GTA

Melihat hal tersebut, warga khawatir Kadesnya juga dipaksakan untuk ditersangkakan, sedangkan proses dari awal warga menilai kasus tersebut, penuh intrik politik desa.

Agus korlap aksi mengatakan, aksi demo kali ini dilakukan warga Gunung Rancak, karena tidak ingin melihat Kepala Desanya menjadi korban politik.

“Kami tau situasi desa, oleh sebab itu, kami hanya memastikan agar penanganan hukum dalam kasus ini berhati-hati. Apalagi, sampai mentersangkakan Kades yang menurutnya hanya membantu memfasilitasi tempat, saat penyaluran BLT DD,” ujar Agus dikutip dari Rega Media.

Agus menambahkan, seharusnya yang paling bertanggung jawab dalam kasus tersebut adalah Bank penyalur, yakni pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Yang membawa uang, yang menyalurkan kami liat adalah Bank BRI, tapi kenapa pihak desa yang menjadi sasaran. Padahal, desa hanya memfasilitasi tempat saja,” imbuhnya.

Baca juga  Tekan Angka Pengganguran, Disnaker Sampang Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi

Untuk itu, menurut Agus, aksi tersebut sekaligus menuntut pihak Bank BRI, untuk terbuka dan bertanggung jawab dalam hal ini.

“Bank sekelas BRI, pasti punya SOP jelas dalam penyaluran, kita berharap dapat bertanggung jawab,” paparnya.

Untuk sekedar diketahui, aksi ribuan massa tersebut dimulai dari depan kantor BRI kemudian dilanjutkan berjalan menuju kantor Kejaksaan Negeri Sampang. (red)