Ikan Paling Penting dan Terpopuler di Madura

Ikan Paling Penting dan Terpopuler di Madura
Gambar Taberita.com

       BANGKALAN – Jukok adalah ikan. Dan ikan adalah jukok. Begitulah orang Madura menyebut lauk pauk  yang ada di atas piringnya.

Di Madura ada ikan yang begitu penting dan sangat populer. Ikan tanpa sirip dan bertekstur lembut. Biasanya disajikan dengam cara digoreng, dimasukkan ke dalam kuah bersantan atau dimasak kecap potong kecil-kecil.

Ikan itu terbuat dari bahan kedelai dan kaya protein. Yaitu tahu.

Jangan ngaku orang Madura kalo kamu belum tahu bahwa tahu sudah tahu sebagai tahu wkwkwkwk… Wes kah.

Sampai sekarang, tahu menjadi makanan penting dan populer bagi orang Madura, juga Indonesia. Cara penyajiannnya di tiap wilayah pun bervariasi. Meski begitu, ia tetap menjadi pangan yang populer dan dapat dinikmati kapan saja.

Usut punya usut sejarah tahu cukup menyedihkan. Pada abad ke-19, orang-orang Jawa dilanda krisis gizi yang luar biasa akibat penerapan sistem cultuurstelsel (Tanam Paksa). Hasil bumi dikuras untuk kepentingan kolonial sampai mereka sendiri kesulitan untuk makan. Saat itulah tahu muncul sebagai pangan alternatif.

Menurut sejarawan Onghokham, tahu bersama tempe, menjadi penyelamat orang-orang Jawa dari masa krisis asupan gizi.

Kata tahu sendiri, menurut Hieronymus Budi Santoso, berasal dari bahasa Tionghoa, yakni: tao-huatau teu-hu. Suku kata tao/teu berarti kacang kedelai, sedangkan hu berarti hancur menjadi bubur.

Sejarawan JJ Rizal mengungkapkan bahwa pada abad ke-10 orang-orang Tionghoa telah menyajikan tahu di Nusantara, meskipun terbatas di kalangan elite. “Jadi tahu lebih tua daripada tempe dilihat dari masa mulai produksinya,” kata Rizal.

Sekarang sudah jelas kan. Tahu dan tempe adalah jenis ikan yang cukup tua. Makanya, jangan lupa memberi salam hormat sebelum memakannya ya. (dee)

Berikan Komentar

Vote Artikel Ini

0 0