Jalan Panjang Sepatu Putih Pak Jonathan

423
Yoyonk-Ahirullah_edited
Yoyonk-Ahirullah_edited

Jonathan Judianto masih akan menjadi Bupati Sampang sampai setidaknya 2 bulan ke depan. Itu kalau putusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk Pilkada Sampang tak segera dilaksanakan dan mengambil waktu maksimal untuk pemungutan suara ulang (PSU). Tapi kalau KPU Sampang cekatan, Jonathan akan lebih cepat meninggalkan Sampang.

Jonathan mengenakan sepatu putih dan dilantik sebagai Pejabat Bupati Sampang sejak Maret 2018. Andai putusan MK tidak PSU, September 2018 dia sudah harus kembali ke tempat duduknya sebagai Kepala Dinas Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur. Namun takdir berkata lain.

Takdir membawanya pada perpanjangan waktu untuk bersama dan memimpin pemerintahan di Sampang. Di waktu yang tersisa untuknya, siapa tahu Pak Jonathan bisa membereskan beberapa persoalan di Sampang. Apalagi sepertinya Jonathan sudah sangat akrab dengan situasi Kota Bahari ini.

Saking akrabnya, Jonathan ini sering jadi bahan pembicaraan di Sampang. Baik pembicaraan birokrat, aktivis LSM, dan rakyat biasa. Para birokrat menganggap mister Jonathan sebagai orang yang pantas memimpin Sampang. Itu karena Pak Jo dinilai cag-ceg (cepat) dalam menyelesaikan masalah.

Mungkin Jonathan sebenarnya biasa saja dalam bekerja. Namun birokrat Sampang sudah telanjur biasa berjalan pelan. Sehingga melihat Pak Jo yang berjalan biasa sudah dianggap berlari. Sementara Jonathan yang merupakan pejabat di Pemerintahan Jawa Timur memang sudah biasa bekerja cepat.

Baca Juga :

Sebagian aktivis LSM menilai Jonathan (maaf) lebay. Karena kalau ada apa-apa dia selalu turun tangan sendiri. Memang pemimpin sering serbasalah. Turun tangan sendiri dianggap lebay, mendelegasikan ke orang lain terus dianggap lepas tangan. Sama seperti kita kalau turun hujan kedinginan, kalau tak hujan kepanasan.

Rakyat biasa menilai Jonathan sebagai Bupati yang low profile. Diundang ke acara apa saja hadir. Kadang hadir tanpa dikawal dan secara spontan datang dan menyalami warga di setiap ada keramaian acara. Ada yang bilang Jonathan tidak seperti bupati karena sangat rendah hati.

Tampaknya perpanjangan waktu untuk Jonathan di Sampang lebih banyak positifnya. Birokrat bisa banyak belajar pada Jonathan. Aktivis bisa tahu bagaimana bupati lebay bekerja dan rakyat biasa yang belum pernah bertemu masih ada waktu untuk mengenalnya. Dan yang penting Jonathan masih punya waktu untuk membereskan beberapa masalah lagi sebelum bupati baru hasil PSU hadir menggantikannya.

Dulu juga pernah ada Pj Bupati Sampang yang juga fenomenal, Chusnul Arifin. Jadi Pj Bupati Sampang dari 2006-2008. Banyak hal juga dia bereskan selama jadi Pj Bupati Sampang sebelum diganti Noer Tjahja sebagai Bupati hasil pilkada 2008.

Andai ikut dalam PSU Pilkada Sampang 2018, Pak Jo ini bisa menang atau kalah ya?

Jawab dalam hati saja. (*)

 

Oleh: Nara Akhirullah

Berikan Komentar
0/5 (0 Reviews)