tutup
Politik

KPU Sampang Benarkan Panitia Pemilu di Desa Gunung Kesan Sempat Disandera Warga

×

KPU Sampang Benarkan Panitia Pemilu di Desa Gunung Kesan Sempat Disandera Warga

Sebarkan artikel ini
Ketua Kpu Sampang Addy Imansyah.
Ketua KPU Sampang Addy Imansyah.

SAMPANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang buka suara terkait dengan video kericuhan yang di TPS 21 Desa Gunung Kesan Kecamatan Karang Penang.

Kericuhan tersebut terjadi Selasa (13/2/2023) sekitar pukul 22.00 WIB dengan dugaannya surat pemberitahuan atau form C6 yang tidak didistribusikan dan surat suara yang sudah dicoblos sebelum waktu pemungut suara.

Img 20240409 Wa0073 Kpu Sampang Benarkan Panitia Pemilu Di Desa Gunung Kesan Sempat Disandera Warga

Ketua KPU Sampang Addy Imansyah mengaku telah menelusuri kejadian kericuhan yang terjadi dan menyatakan narasi dalam video tersebut hoax dan terjadi kesalahpahaman.

Menurutnya, sekitar pukul 20.00 WIB, beberapa orang mendatangi KPPS yang saat itu tengah mendirikan TPS.

Mereka menduga surat suara sudah dicoblos, sekalipun KPPS sudah menjelaskan aktivitasnya mendirikan TPS, bukan melakukan pencoblosan surat suara.

“Beberapa orang yang datang tersebut menghiraukan penjelasan KPPS bahwa tidak ada pencoblosan surat suara,” ungkapnya, Rabu (14/2/2024).

Orang – orang tersebut kemudian membawa perlengkapan pemungutan suara berupa bilik suara sebanyak 4 buah, selain itu, juga membawa 3 orang KPPS.

“Mereka dibawa oleh orang-orang yang datang sebelumnya, beserta beberapa logistik pemilu,” ujarnya.

Pihaknya berdalih bahwa kotak suara memang setelah diterima oleh KPPS dari PPS pada hari Selasa (tanggal 13/2/2024) lalu dititipkan di gudang penyimpanan PPS dengan alasan keamanan.

“Alhamdulillah setelah dilakukan mediasi, akhirnya bilik suara dan KPPS dilepaskan oleh warga yang membawa sebelumnya,” ujar Addy Imansyah.

Baca juga  Anggap Sampang Terpuruk, Ini Visi Misi Jihad  

Pihaknya mengaku mengecam tindakan kekerasan verbal tersebut yang tidak hanya menghambat tahapan Pemilu namun juga menyisakan trauma psikis bagi korban. (red)