tutup
ght="300">
Berita

Ratusan Ulama Dan Kiai Kabupaten Sampang Deklarasi Dukungan Dua Periode Kepada H. Slamet Junaidi

×

Ratusan Ulama Dan Kiai Kabupaten Sampang Deklarasi Dukungan Dua Periode Kepada H. Slamet Junaidi

Sebarkan artikel ini
Deklarasi Dukungan Kepada H. Slamet Junaidi.
Deklarasi dukungan kepada H. Slamet Junaidi.

SAMPANG – Bertempat di Halaman Pondok Pesantren Al-Falah pimpinan KH. Muqtadir Shinhaji, ratusan ulama, kiai dan santri di Kabupaten Sampang deklarasikan dukungan dua periode kepada H. Slamet Junaidi. Minggu (21/04/23/4).

Dalam dukungan kepada H. Slamet Junaidi untuk kembali maju sebagai Calon Bupati Sampang, para tokoh agama tersebut bergabung dalam Jaringan Kyai Santri Kabupaten Sampang (JKSS) yang diketuai langsung oleh KH. A. Nashir Sayuti.

Pantauan wartawan, deklarasi tersebut juga diikuti oleh KH. Muhaimin Abdul Bari, KH. Mutamtam Damanhuri , KH. Izzaq Iroqi, dan para ulama lainnya sekaligus semua para kyai berikrar terkait dukungannya kepada H. Slamet Junaidi.

Ketua JKSS KH. Nasir Sayuti mengatakan, deklarasi dukungan terhadap pria yang akrab disapa Aba Idi itu dilakukan karena para ulama dan masyarakat masih membutuhkan kepemimpinan aba idi.

Dikatakannya, ada banyak pembangunan yang sudah direalisasikan dan terbukti membuat kenyamanan bagi masyarakat Sampang terlebih kepada para ulama, bahkan pihaknya menyodorkan tiga program yang perlu didorong oleh para ulama yang belum masih belum terlaksana yaitu pembangunan JLSM, Rumah Sakit Rujukan Madura, dan Masjid Jamik sebelah barat alun-alun Trunojoyo.

“Semua pihak termasuk ulama dan Kyai perlu mendukung program pembangunan yang kini sedang berlangsung dan yang ditargetkan, ini cita-cita mulia, makanya kami mendukung beliau untuk melanjutkan ke periode kedua,” katanya.

Baca juga  Usai Ditetapkan, H Idi Siapkan 10 Program Pro Masyarakat

Dilanjutkannya, pemilihan umum kepala daerah merupakan momentum untuk memilih pemimpin dalam lima tahun kedepan, kesempatan ini harus dimanfaatkan dan diciptakan supaya para ulama tidak salah dalam memilih pemimpin yang dikehendaki oleh para kiai dan masyarakat.

“Kalau tidak kita manfaatkan, maka tidak akan bisa mengambil kesempatan. Karena pilkada ini momentum dalam lima tahun kedepan untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan visi misi daerah,” pungkasnya. (red)