Tampil di IAIN Madura, Presiden Jancukers Nyanyi  Ghei’ Bintang

16
Presiden Jancukers di Madura
Sujiwo Tejo isi Talkshow di Pamekasan (Foto disk.mediaindonesia.com - Taberita.com)

PAMEKASAN – Presiden Jancukers Sujiwo Tejo mengisi acara di Kabupaten Pamekasan. Yakni Talkshow Kebudayaan yang diadain sama UKM Teater Fataria di Kampus IAIN Madura.

Selain Presiden Jancukers, UKM Fataria juga ngundang penyair kondang Madura yang berjuluk Celurit Emas D. Zawawi Imron. Keduanya jadi pengisi acara sekaligus pembicara dalam talkshow kebudayaan itu.

Di acara itu Sujiwo Tejo membawakan lagu Ghei’ Bintang yang sudah diaransemen ulang. PEserta talkshow pun dibuat terkesima dengan penampilan Presiden Jancukers itu bersama bedeswati-bedeswati.

Talkshownya sendiri berjalan amat seru. Lebih banyak tertawa daripada seriusnya. Apalagi saat kedua pembicara menyindir-nyidir soal perang pilpres di dunia maya.

Mereka mengingatkan peserta talkshow agar jangan sampai terlena dalam pertarungan semu politik. Sujiwo Tejo menganggap orang-orang yang ikut-ikutan perang pilpres di dunia maya sebagai orang lupa diri. Beeh jangan-jangan termasuk kamu ni gaess..

Presiden Jancukers ke MAdura
Sujiwo Tejo sempatin foto depan kantor Madura United. (Foto ig@presiden_jancukers)

Presiden Jancukers Ajak Seniman Kemas Budaya Agar Lestari

“Mereka yang perang hastag di Twitter itu contoh orang-orang yang lupa akan dirinya, dari mana asalnya dan ke mana nanti mereka akan kembali. Kalau saya mending jadi anak kecil yang abadi,” ujar Sujiwo Tejo.

Baca Juga :

Anak kecil yang abadi itu, sambungnya, akan membuat tenang tanpa ada yang saling membenci dan memperdebatkan persoalan pilpers. “Anak kecil itu kalo hari ini bertengkar dengan teman, besoknya sudah akur lagi dan main lagi. Teman kita secara tidak langsung sudah memaafkan,” terang Presiden Jancukers. Dia ragu orang-orang yang perang hastag di media sosial bakal saling memaafkan meski pilpres sudah selesai.

Ujar, Sujiwo Tejo, “Kalian harus ngerti kenapa saya menyanyikan lagu anak kecil untuk kalian. Supaya kalian sadar, kita harus tetap melestarikan kebudayaan lokal dan nusantara.”

Presiden Jancukers itu menegaskan lagu itu diaransemen ulang suapa pas dengan telinga-telinga milenial. “Namun tidak menghilangkan intisarinya. Buktinya kalian menikmati kan? Harusnya seniman itu ya begitu. Kemas kebudayaan itu secara menarik, tujuannya agar tetap terlestarikan,” tuturnya.

Berikan Komentar
0/5 (0 Reviews)