Pernah Keseleo Lidah Waktu Debat Kandidat

Pernah Keseleo Lidah Waktu Debat Kandidat
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang akan dilantik. (Gambar Tweet @RianAjh74753202 - Taberita.com)

SAMPANG – Supaya masyarakat ngerti apa aja visi dan misi para calon bupati dan wakil bupati Sampang, waktu itu dilaksanakanlah namanya debat kandidat. Kalo gak salah inget, untuk Sampang dilaksanain tiga kali debat kandidat. Semuanya disiarkan secara langsung lewat radio dan tivi lokalan.

Di setiap debat kandidat selalu ada tema. Semua calon diminta untuk memaparkan visi misi terkait tema itu, lalu dilakukan debat antar kandidat. Kasak-kusuk di media sosial dan warung-warung kopi waktu itu merasakan debat kandidat kurang greget dan seru.

Khusus H. Slamet Junaidi dan H. Abdullah Hidayat masyarakat Sampang punya ingatan yang khusus. Penyebabnya sepele, ya sepertinya karena grogi. Sehingga ada keseleo-keseleo lidah dikit deh.

Gini ceritanya. Pada salah satu debat kandidat dibahas tema tentang pelayanan publik. Awalnya debat berjalan lancar-lancar saja. Tiga kandidat bupati dan calon bupati menyampaikan visi misinya lalu berdebat sekadarnya (makanya dianggap kurang seru).

Trus di akhir debat kandidat, moderator meminta agar masing-masing kandidat menyampaikan pernyataan akhir sebelum debat bubar jalan. Pas gilirannya H. Idi nyampein pernyataan dia bilang bahwa pemerintah harus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Kalo bisa dipersulit kenapa dipermudah. Eh maaf, kalo bisa dipersulit kenapa dipermudah. Maaf maaf, kalo bisa dipermudah kenapa dipersulit,” gitu kata H. Idi.

Pernyataan yang disebabkan keseleo lidah itu kemudian viral di Sampang. Menyebar di media sosial menjadi potongan-potongan video. Kalo gak percaya coba searching di google.com, ntar pasti banyak muncul.

Nitizan kan udah biasa nyinyir yah. Makanya, pas potongan video itu nyebar, banyak yang nyinyir. Padahal kalo liat video lengkapnya, H. Idi kan sudah minta maaf dan memperbaiki pernyataannya yang sempet salah itu.

Gara-gara video itu pemilihan bupati Sampang bukan hanya rame di Sampang. Viralnya sampe se Madura bahkan se Indonesia.

Rupanya masyarakat Sampang gak terpengaruh. Mereka mungkin tahu H. Idi grogi waktu debat kandidat itu. Mereka juga sadar kalo H. Idi memang bukan orang yang jago debat. Soalnya dia kan begronnya pengusaha. Pengusaha kan biasanya eksekusi masalah bukan malah berdebat.

Buktinya, H.Idi – H. Ab memenangi pilkada Sampang. Tapi kemudian ada masalah di proses pilkada itu, sampe akhirnya pilkada Sampang harus diulang. (dee)

Berikan Komentar

Vote Artikel Ini

1 0