Syukuri Musim Kemarau, Petani di Sumenep Gelar Upacara Adat Nyadar

418
WhatsApp-Image-2018-08-25-at-12.08.00-PM
WhatsApp-Image-2018-08-25-at-12.08.00-PM

SUMENEP-Petani garam di pulau Madura punya cara unik dalam mensyukuri datangnya musim kemarau. Mereka biasanya mendatangi Bujuk Gubang di Dusun Kolla, Desa Kebundadap Barat, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Dengan berbondong-bondong puluhan petani tersebut membawa panjheng dan menggelar doa bersama.

Panjheng adalah nasi lengkap dengan lauknya yang di letakkan dalam tenong. Tenong tersebut kemudian dibungkus dan dijejer di sekitar makam.

“Setelah doa bersama kami hanya diijinkan menyantap makanan tersebut . Sisanya baru boleh dimakan setelah dibawa lagi ke rumah masing-masing” ucap Ratna, 22, salah satu warga yang mengikuti upacara adat Nyadar (Sabtu, 12/8).

Menurut Ratna, upacara adat Nyadar dalam satu tahun bisa digelar sampai tiga. Menyesuaikan dengan musim kemarau. Dalam satu kali upacara membutuhkan waktu dua hari.

“Hari pertama nyekar ke komplek pemakaman syeh anggasuto. Hari kedua mengunjungi bujuk dengan membawa nasi yang sudah diletakkan di panjheng. Sisa makanan akan dibawa pulang atau bisa di berikan kepada masyarakat yang kurang mampu,” jelas Ratna. (Fy)

Silahkan klik gambar berikut

Berikan Komentar
0/5 (0 Reviews)