tutup
ght="300">
Berita

Pemilik Kapal Belum Terima Life Jacket dan Ring Buoy

×

Pemilik Kapal Belum Terima Life Jacket dan Ring Buoy

Sebarkan artikel ini
Whatsapp Image 2018 10 12 At 11.08.44 Am
Aktivitas bongkar muat penumpang dan barang Kapal Penyeberangan di pelabuhan Tanglok, Kecamatan Sampang, Jum'at (12/10/2018). Foto:AW/taberita

SAMPANG – Bantuan Life Jacket dan Ring Buoy sebanyak 20 biji yang diberikan kepada 23 kapal penyedia jasa penyeberangan di pelabuhan Tanglok, Sampang, sampai saat ini belum diserahkan pihak Dinas Perhubungan Laut (Hubla) setempat. Hal itu disampaikan oleh Marhatip,37, warga desa Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang, salah satu pemilik kapal, kemarin (11/10/2018).

Kepada taberita.com dia menuturkan, awal bulan lalu pihaknya bersama seluruh nahkoda kapal sebanyak 23 orang diundang untuk menghadiri penyerahan bantuan secara simbolis. Dalam acara itu dia bersama nahkoda lainnya hanya diberikan satu buah life jacket dan satu ring buoy. Tetapi setelah penyerahan simbolis pihak perhubungan laut (Hubla) meminta untuk mengumpulkan life jacket dan ring buoy.

Hingga saat ini, lanjut Marhatip, di kapalnya masih belum ada alat keselamatan pelayaran seperti life jacket dan ring buoy.
”Sampai saat ini life jacket dan ring buoy belum kami terima,” tuturnya.

Padahal, sejak awal KSOP Kelas II Branta sudah menyampaikan bahwa jika tidak ditaruh didalam kapal akan dilakukan penindakan. Menurut dia, jika sudah diserahkan pihaknya akan menaruh bantuan alat keselamatan pelayaran tersebut di kapalnya.

”Jika sudah diberikan, pasti saya siapkan dan ditaruh dikapal,” terangnya.

Karena itu, pihaknya meminta kepada yang berwenang supaya segera menyerahkan bantuan tersebut. Jika tidak, maka pihaknya juga tidak akan menerima jika ditindak gara-gara bantuan tersebut tidak ada di kapal.

Baca juga  Sebanyak 104 Bacakades di Bangkalan Ikuti Uji Kompetensi

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang M.Zuhri membenarkan jika masih banyak bantuan tidak diambil oleh penerimanya. Menurutnya, bantuan tersebut bukan ditahan tapi tidak diambil oleh penerimanya.
”Iya, kan penerimanya yang harus mengambil, kalau tidak diambil sendiri iya tidak kami serahkan, karena ada berita serah terimanya,” singkatnya.

Sementara itu, KSOP kelas II Branta Edy Kiswanto menegaskan bahwa pihaknya sudah memerintahkan kepada kepala wilker di pelabuhan tanglok untuk segera menyelesaikan penyerahan bantuan tersebut. Sebab, pihaknya akan melakukan monitoring kepada kapal yang sudah menerima bantuan.
”Kami baru tahu, dan kami sudah perintahkan, besok bantuan itu sudah diserahkan semuanya,” singkatnya.(AW)