Berita unik, politik, ekonomi, wisata, budaya, hukum dan pendidikan dari Madura. Meliputi Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep serta berita Jawa Timur dan Nasional

Demi Dapatkan Air Bersih, Warga Sreseh Jalan Kaki Sejauh 2 Kilo Meter

- Advertisement -

SAMPANG – Kemarau panjang membuat sebagian besar kawasan di Madura mengalami bencana kekeringan dan sulitnya menemukan sumber mata air. Seperti yang terjadi di desa Labuhan, Kecamatan Sreseh, Sampang Madura, Jawa Timur.
Berdasarkan pantauan taberita.com (20/9/2018), sedikitnya terdapat tiga dusun di Desa Labuhan Kecamatan Sreseh yang dilanda bencana kekeringan hingga menyebabkan sulitnya sumber mata air, tiga dusun tersebut meliputi, dusun bunjuh, Jeret cetak, dan Pengambaan.

Abdussalam(35), warga dusun Bunjuh, Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh mengeluh sulitnya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, jika pun ada harus jalan kaki sejauh kurang lebih 2 kilo meter, itu pun harus antri berjam-jam untuk mendapatkan air yang tak layak konsumsi. “Jika musim kemarau di daerah sini sumber mata air mengering, dan sangat sulit air bersih, warga harus mencari sumber mata air dengan gerobak sejauh 2 kilo meter, itu pun hanya dapat air keruh dan harus antri,” tuturnya.

Pria paruh baya tersebut juga mengaku pernah didroping air oleh pemerintah Kabupaten Sampang, namun sepanjang musim kemarau tahun ini hanya disuplay dua kali, “Pernah ada bantuan air bersih, katanya sumbangan dari pemerintah, tapi hanya dua kali selama musim kemarau ini,” jelasnya.

- Advertisement -

Terpisah, Kurdi (16), dijumpai sedang mengantri air di sebuah sumur tua yang menjadi jujukan warga di sekitarnya, karena hanya satu sumber mata air itu saja yang masih mengeluarkan air meskipun keruh dan lama, “Sumur ini menjadi pilihan terakhir warga untuk mendapatkan air, memang agak keruh, dan lama menunggu airnya keluar,” ucapnya. (Naf)

- Advertisement -

- Advertisement -

Comments
Loading...