tutup
Berita

KKCTBN 2018 Libatkan 25 Perguruan Tinggi Se-Indonesia

×

KKCTBN 2018 Libatkan 25 Perguruan Tinggi Se-Indonesia

Sebarkan artikel ini
Img 20181118 Wa0003
IMG 20181118 WA0003

SAMPANG – Kementerian riset, teknologi, dan pendidikan tinggi (Kemenristek Dikti) bekerjasama dengan Politeknik Negeri Madura (Poltera) menggelar Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2018.

Kontes ini digelar mulai tanggal 17-20 Nopember 2018, di pelabuhan pelelangan ikan (PPI) atau instalasi pelabuhan dan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan (IP2SKP) di desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang Madura.

Img 20240213 Wa0002 Kkctbn 2018 Libatkan 25 Perguruan Tinggi Se-Indonesia

“Kegiatan ini diikuti oleh 45 tim, 180 peserta dari 25 perguruan tinggi se-Indonesia, dari Aceh sampai Ambon,” ucap Misbah Fikrianto, Kasubdit penalaran dan kreativitas, Dirjend pembelajaran dan kemahasiswaan Kemenristek Dikti, Minggu (18/11).

Kepada taberita.com, Dia menjelaskan, ada tiga hal yang menjadi tujuan digelarnya KKCTBN 2018. Pertama untuk mengembangkan keilmuan di bidang perkapalan dan kemaritiman. Kedua mengembangkan potensi mahasiswa di bidang sains dan teknologi. “Dan yang ketiga mendorong potensi yang ada di Madura, khususnya Kabupaten Sampang sebagai destinasi pariwisata maupun kemaritiman dan kelautan,” terangnya.

Lebih lanjut, Misbah menjelaskan, ada tiga kategori yang dilombakan dalam KKCTBN 2018 itu, yakni, Kapal Kendali Otomatis (Autonomous Surface Vehicle/ASV), Kapal Cepat Listrik dengan Sistem Kendali Jauh (Electric Remote Control/ERC), dan Kapal Cepat Berbahan Bakar dengan Sistem Kendali Jauh (Fuel Engine Remote Control/FERC).

“Setelah ini ada kontes robot Indonesia (KRI) yang dilaksanakan di Kemenristek Dikti. Ada tiga jenis kategori, yaitu robot laut seperti saat ini, robot udara dan robot darat. Tujuannya untuk mendapatkan yang lebih baik di ajang Internasional,” ujar dia,” sambungnya.

Baca juga  Gunakan Teknologi Modern, Operasi Katarak di RSMZ Sampang Kini Bisa Gunakan BPJS

Pihaknya berharap para peserta KKCTBN 2018 bisa mengembangkan teknologi kapal dengan yang lebih baik dan lebih cepat. Sehingga pembelajaran yang di kampus bisa diimplementasikan di kompetisi seperti ini.

“Saya berharap pemerintah Sampang dan kabupaten lain di Madura bisa menjadi contoh bagaimana mengembangkan potensi laut dan alam yang luar biasa, sehingga banyak yang datang dan mengetahui,” pungkasnya. (AW)